Dinas Kesehatan Jateng Apresiasi PERDOSRI Baru, Ujian Besar Layanan Rehabilitasi Medik 2026–2029

Dinas Kesehatan Jawa Tengah memberi apresiasi terhadap kepengurusan baru PERDOSRI Jateng-DIY yang dilantik untuk periode 2026–2029 di Hotel Novotel Semarang. Organisasi profesi ini dinilai makin penting di tengah kebutuhan penguatan layanan rehabilitasi medik di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, menyebut PERDOSRI telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pendampingan layanan rehabilitasi medik. Ia juga menilai peran organisasi profesi itu akan semakin penting seiring penerapan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi.

Ketua PERDOSRI Jateng-DIY terpilih, dr. Naela Munawaroh, kembali memimpin untuk periode kedua. Ia menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat peran rehabilitasi medik melalui transformasi layanan kesehatan berbasis gangguan fungsi yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.

Naela menyebut pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas internal dan sinergi dengan berbagai pihak. Tujuannya adalah meningkatkan pelayanan rehabilitasi medik kepada masyarakat.

Dukungan terhadap pengurus baru juga datang dari Ketua Pengurus Pusat PERDOSRI, Dr. dr. Rumaisah Hasan. Ia mengapresiasi inovasi yang dilakukan PERDOSRI Jateng-DIY dan menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah, dr. Telogo Wismo Agung Durmanto, bersama perwakilan IDI DIY serta Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan DIY. Mereka menilai peran PERDOSRI semakin strategis dalam mendukung transformasi kesehatan nasional, terutama pada penguatan layanan rehabilitasi medik.

Kebutuhan layanan itu juga terlihat dari data PPKS 2025 yang mencatat jumlah penyandang disabilitas di Jawa Tengah mencapai 65.050 orang. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya layanan rehabilitasi medik yang profesional, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat.

Dalam forum pelantikan itu, PERDOSRI Jateng-DIY didorong untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan. Arah kerja itu diharapkan dapat menjaga layanan rehabilitasi medik tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Source: jatengpos.co.id

Terkait