Awal Musim Kemarau 2026 Mengancam Jawa Timur, Puluhan Wilayah Deteksi Kekeringan Lebih Awal dan Curah Hujan Di Bawah Normal

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa awal musim kemarau di wilayah Jawa Timur akan dimulai secara bertahap antara April hingga Juni mendatang. Data dari Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebutkan sebagian besar wilayah di provinsi ini akan mengalami perubahan cuaca menuju musim kemarau pada Mei.

Sebanyak 43 zona musim (ZOM) di Jawa Timur diprediksi mulai memasuki masa kemarau dalam periode tersebut. Namun, dari total zona musim yang dianalisis mencapai lebih dari 90 wilayah, sekitar 56 ZOM diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal selama musim kemarau. Kondisi ini menunjukkan potensi kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi rata-rata tahun-tahun sebelumnya.

Prediksi Puncak Musim Kemarau di Jawa Timur
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di Jawa Timur akan terjadi pada Agustus. Sebanyak 53 zona musim atau sekitar 71,6 persen wilayah diprediksi mencapai fase puncak tersebut di bulan tersebut. Fenomena ini menjadi perhatian karena curah hujan yang rendah dapat berdampak pada ketersediaan air dan aktivitas sektor pertanian hingga industri.

BMKG juga menggunakan pembagian waktu dasarian untuk memantau perubahan cuaca secara rinci, yaitu: Dasarian I (tanggal 1-10), Dasarian II (tanggal 11-20), dan Dasarian III (tanggal 21 hingga akhir bulan). Pembagian ini membantu dalam memberikan informasi yang lebih akurat terkait fase awal hingga puncak musim kemarau.

Daftar Wilayah Jawa Timur yang Mulai Mengalami Musim Kemarau pada April
BMKG merilis rincian wilayah di Jawa Timur yang telah mengalami awal musim kemarau pada berbagai waktu dasarian di bulan April. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Bangkalan

    • Dasarian I: Tanjung Bumi
    • Dasarian II: Arosbaya, Geger, Klampis, Kokop, Sepulu
  2. Banyuwangi

    • Dasarian I: Kalipuro
    • Dasarian II: Banyuwangi, Blimbingsari, Giri, Glagah, Kabat, Rogojampi, Singojuruh, Bangorejo, Cluring, Gambiran, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari
  3. Blitar

    • Dasarian III: Binangun, Kesamben, Selopuro, Wates
  4. Bojonegoro

    • Dasarian II: Balen, Baureno, Kanor, Kepohbaru, Sumberrejo
    • Dasarian III: Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Malo, Margomulyo, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Tambakrejo, Trucuk
  5. Bondowoso
    • Dasarian III: Botolinggo, Cerme, Klabang, Prajekan

Penetapan periode awal kemarau ini penting untuk persiapan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi dampak seperti kekeringan, pengelolaan air, dan pola tanam yang lebih adaptif. Curah hujan yang cenderung di bawah normal menandakan kebutuhan perhatian ekstra terhadap penggunaan sumber daya air.

Pemantauan berkelanjutan oleh BMKG dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait diharapkan dapat membantu mitigasi dampak musim kemarau yang diprediksi lebih kering di Jawa Timur tahun ini. Informasi lebih lanjut dan update perkembangan musim kemarau akan terus disampaikan oleh BMKG melalui kanal resminya.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.kompas.tv
Exit mobile version