Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengidentifikasi total 105 titik rawan banjir dan longsor di Jawa Barat menjelang arus mudik Lebaran. Data tersebut meliputi 52 titik rawan banjir dan 53 titik rawan longsor yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.
Lokasi rawan banjir ditemukan mulai dari Bekasi, Parung, hingga Bandung. Selain itu, titik-titik tersebut juga terdapat di Ciawi, Cibadak, serta sejumlah area lain seperti Pelabuhan Ratu, Surade, dan Kota Bekasi. Beberapa daerah lain yang masuk dalam daftar adalah Sindangbarang, Cidaun, Purwakarta, Sumedang, Cileunyi, Tasikmalaya, Palimanan, Cipatujah, Kalapagenep, dan Pangandaran.
Wilayah yang rawan longsor meliputi kawasan Cibinong sampai Cianjur, serta beberapa daerah seperti Cikembang, Tegalbuleud, Sindangbarang, Purwakarta, Sinumbra, Palimanan, Bojongloa, Cipasung, Kalapagenep, dan Pameungpeuk. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi terutama menjelang musim mudik Lebaran.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, menjelaskan bahwa banjir kawasan di Bekasi memerlukan penanganan intensif dan lebih luas. Upaya pembersihan saluran air telah dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengantisipasi potensi banjir.
Kendala lain yang dinilai menjadi tantangan adalah cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor. Kerusakan jalan akibat tergerus air juga diperhitungkan, apalagi dengan banyaknya kendaraan besar yang melintas di area rawan tersebut.
Dalam menghadapi situasi tersebut, pihaknya telah menyiapkan 117 unit Disaster Relief Unit (DRU) serta 31 unit alat Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPR). Alat-alat ini disebar ke lokasi-lokasi rawan untuk respons cepat saat terjadi bencana.
Penanganan jalan berlubang dan terimbas bencana juga menjadi prioritas agar arus mudik dapat berjalan lancar. Pemantauan dan perbaikan intensif dilakukan terutama pada H-10 sebelum puncak mudik agar meminimalisasi gangguan infrastruktur.
Data ini menunjukkan kesiapan serius pemerintah daerah dan kementerian terkait dalam mengelola risiko bencana alam di kawasan Jawa Barat. Upaya lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pemudik di jalur utama tersebut.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: bisnis.tempo.co






