Banjir melanda 21 titik di Kota Malang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menyebutkan, peningkatan debit air di drainase dan sungai menjadi penyebab utama terjadinya genangan di berbagai kawasan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi membuat saluran air tidak mampu menampung volume air yang masuk. Kondisi ini menyebabkan air meluap hingga ke jalan dan pemukiman warga di lima kecamatan di Kota Malang.
Lokasi Banjir Berdasarkan Kecamatan
BPBD mencatat banjir tersebar merata di lima kecamatan, dengan rincian lokasi sebagai berikut:
-
Kecamatan Blimbing
- Jalan Letjen Sutoyo
- Jalan Letjen S Parman
- Jalan Panji Suroso
- Kawasan Early Warning System (EWS) Blimbing di Jalan Industri Barat
- Jalan Kedawung
-
Kecamatan Sukun
- Kawasan EWS Candi
- Kawasan EWS Bukit Barisan
-
Kecamatan Lowokwaru
- Jalan Bunga Coklat
- Jalan Cengger Ayam
- Jalan Soekarno-Hatta
- Jalan Terusan Kendalsari
- Jalan Melati
- Jalan Mawar
-
Kecamatan Klojen
- Kawasan EWS Kayutangan
- Jalan Galunggung
- Jalan Veteran depan Malang Town Square
- Kecamatan Kedungkandang
- Lokasi banjir masih dalam pemantauan BPBD
Prayitno menambahkan bahwa tingginya curah hujan selama periode singkat secara signifikan meningkatkan debit air di drainase dan sungai. Hal ini menyebabkan saluran tidak optimal dalam membuang air, sehingga terjadi genangan di jalan dan permukiman warga.
BPBD terus memantau perkembangan kondisi banjir serta bekerja sama dengan dinas terkait agar penanganan genangan air dapat dilakukan segera. Masyarakat dihimbau waspada dan menghindari area yang terdampak banjir untuk mencegah risiko kecelakaan serta kerusakan kendaraan.
Pengalaman ini menunjukkan pentingnya pengelolaan drainase yang lebih baik dan kesiapsiagaan menghadapi intensitas hujan tinggi. Pemerintah Kota Malang juga didorong untuk mengoptimalkan sistem peringatan dini serta meningkatkan kapasitas saluran air guna mengantisipasi banjir di masa mendatang.
Kawasan yang terdampak banjir Sabtu sore kemarin mengalami gangguan aktivitas sehari-hari, terutama kendaraan yang melintasi lokasi tergenang harus waspada terhadap kedalaman air yang bervariasi. Hingga saat ini, BPBD terus melakukan koordinasi untuk memastikan proses evakuasi dan pemulihan wilayah terdampak berjalan efektif.
