Kemacetan Maut di Pelabuhan Gilimanuk, Satu Pemudik Meregang Nyawa Setelah Antre Berjam-jam

Kepadatan parah terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, selama arus mudik Lebaran 2026. Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengular sepanjang delapan kilometer hingga Pura Tirta Segara Rupek.

Seorang pemudik wanita asal Kebumen, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah pingsan di dalam bus yang sedang antre di pelabuhan. Korban berinisial RP diketahui menempuh perjalanan dari Denpasar seorang diri dan mengalami kelelahan akibat antrean panjang.

Situasi Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk

Antrean kendaraan roda dua dan roda empat di Gilimanuk sudah terjadi sejak Minggu lalu, memicu kemacetan yang sangat panjang. Berdasarkan data Posko Gilimanuk, dalam 24 jam pada tanggal 17 Maret saja tercatat 25.105 kendaraan menyeberang ke Jawa, dengan peningkatan besar pada roda dua hingga 16.909 unit.

Pemudik Made Eko Juna mengatakan ia dan keluarga harus menghabiskan hampir dua hari hanya untuk menunggu masuk ke area pelabuhan. "Menurut saya ini mudik terparah tahun ini," ujarnya sambil mengkritik pengaturan lalu lintas dan banyaknya truk yang memperlambat antrean.

Pemudik lain, Wiwid, yang melaju dari Denpasar menuju Lumajang, mengaku kemacetan di pelabuhan lebih buruk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Antrian di jalur Denpasar-Gilimanuk pada Selasa kemarin mencapai 20 kilometer hingga wilayah Desa Candikusuma.

Penyebab dan Upaya Pengelolaan Penyeberangan

PT ASDP Indonesia Ferry menerangkan lonjakan volume kendaraan dipicu oleh mobilitas tinggi menjelang penutupan sementara pelabuhan untuk Hari Raya Nyepi. Penutupan layanan dijadwalkan pada tanggal 18 sampai 20 Maret, sehingga memberi tekanan besar pada kapasitas layanan penyeberangan.

Untuk mengatasi kondisi ini, PT ASDP mengerahkan kapal tambahan KMP Prima Nusantara dari PT Jembatan Nusantara guna meningkatkan kapasitas angkut. Optimalisasi pola operasi kapal juga diterapkan agar proses penyeberangan dan bongkar muat kendaraan lebih cepat.

Namun, pakar transportasi dari INSTRAN, Deddy Herlambang, menilai mitigasi pemerintah sangat kurang. Ia menyesalkan manajemen Kementerian Perhubungan yang tidak mengantisipasi puncak arus mudik yang berbarengan dengan Hari Raya Nyepi. Deddy menilai kapal feri yang tersedia seharusnya bisa didistribusikan lebih merata dari pelabuhan di Jawa, khususnya pelabuhan Merak yang saat ini terbilang lengang.

Kritik terhadap Infrastruktur dan Manajemen

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menambahkan bahwa akar masalah antrean panjang di Gilimanuk adalah sistem kedatangan kendaraan yang tidak tertata dan kurangnya kapasitas dermaga. Penambahan armada kapal tanpa penambahan dermaga hanya membuat antrean meluber hingga ke ruas jalan masuk pelabuhan.

Djoko menyarankan solusi terpadu berupa penambahan dermaga, manajemen kedatangan kendaraan yang dijadwalkan, serta penerapan sistem tiket daring untuk mengatur volume kendaraan secara efektif. Penyiapan buffer zone yang cukup sebelum pintu masuk pelabuhan juga penting untuk mencegah kemacetan di jalur utama.

Berbeda dengan penyeberangan Jawa-Sumatra yang memiliki beberapa pelabuhan alternatif, penyeberangan Bali-Jawa mengandalkan jalur tunggal Gilimanuk-Ketapang. Hal ini berisiko tinggi menyebabkan antrean panjang apabila terjadi lonjakan mendadak.

Kejadian Pemudik Meninggal Dunia

Korban RP yang berusia 39 tahun dilaporkan pingsan sekitar pukul 06.45 WITA di dalam bus Tami Jaya jurusan Denpasar-Jawa Tengah saat berada di Kawasan Simpang Manuver pintu masuk Gilimanuk. Kondektur bus segera meminta pertolongan petugas medis di lokasi, dan korban mendapatkan pertolongan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Meski sudah dilarikan ke Puskesmas II Melaya, nyawa korban tidak tertolong. Pemeriksaan luar tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan, dan dugaan penyebab meninggal adalah kelelahan akibat perjalanan panjang dan antrean lama.

Kapolres Jembrana membenarkan laporan kematian dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri dan segera melapor ke pos keamanan bila kondisi kesehatan menurun selama perjalanan.

Upaya Pemerintah dan Imbauan pada Pemudik

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, meminta maaf atas kemacetan luar biasa yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk. Ia menyatakan petugas tetap terus bekerja keras mengurai antrean dan memonitor situasi demi kelancaran mudik.

Pemerintah melibatkan berbagai instansi, termasuk kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan BUMN, serta mengerahkan armada kapal laut untuk mendukung penyeberangan. Kebijakan work from anywhere (WFA) turut diapresiasi sebagai upaya mengurangi kepadatan kendaraan di masa mudik.

Menteri Perhubungan menegaskan upaya optimalisasi dengan pengoperasian kapal berkapasitas besar, penambahan armada menjadi 35 unit, serta pengaturan lalu lintas yang ketat. Kapolda Bali juga memberi arahan penambahan kantong parkir alternatif dan prioritas penyeberangan bagi kendaraan roda dua, pribadi, dan logistik agar distribusi pasokan kebutuhan pokok tetap lancar.

Situasi antrean dan kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk menjadi pembelajaran penting terhadap kebutuhan pengelolaan arus mudik dan pengembangan infrastruktur secara terintegrasi. Upaya mitigasi dan koordinasi lintas instansi dinilai vital untuk meningkatkan kelancaran dan keselamatan pemudik di jalur penyeberangan yang sangat sibuk ini.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.bbc.com

Berita Terkait

Back to top button