Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan lebat di beberapa wilayah selama periode mudik tahun 2026. Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang berisiko mengalami cuaca ekstrem tersebut bersama Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus untuk mengantisipasi dampak hujan lebat yang dapat mengganggu aktivitas mudik. Ia juga menambahkan, hujan ringan yang sempat terjadi di Jabodetabek merupakan hal yang positif karena meningkatkan kualitas udara yang sebelumnya menurun akibat suhu panas.
Selain Jawa Barat, hujan lebat juga diperkirakan berlangsung di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. BMKG mengimbau agar masyarakat serta pengelola transportasi dan infrastruktur mudik menyiapkan langkah mitigasi. Antisipasi yang matang diharapkan dapat memperkecil risiko gangguan lalu lintas dan bencana terkait cuaca ekstrem.
BMKG juga melaporkan adanya siklon tropis Narelle yang terpantau di wilayah daratan Australia. Fenomena ini memicu potensi curah hujan tinggi dan gelombang laut besar di beberapa daerah seperti Papua bagian selatan, Maluku, serta Nusa Tenggara Timur. Meski demikian, gelombang laut dan kondisi angin secara umum dianggap masih relatif kondusif bagi pelayaran nasional selama libur lebaran.
Pengamatan BMKG mengungkapkan keberadaan awan Cumulonimbus di sejumlah lokasi di bagian timur Indonesia yang berpotensi menimbulkan hujan deras disertai angin kencang. Sebagai langkah pencegahan, BMKG telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur untuk mengurangi peluang hujan ekstrem antara 20 sampai 50 persen.
Selain operasi pengendalian hujan, BMKG juga menjalankan program modifikasi cuaca guna menambah curah hujan di Riau. Tujuannya adalah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman serius di daerah tersebut. Langkah ini dianggap penting untuk menekan kerusakan ekosistem dan menjaga ketersediaan udara sehat.
Selain potensi hujan, BMKG memperkirakan musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena ini menimbulkan risiko kekeringan yang dapat mempengaruhi produksi pangan, kesehatan masyarakat, serta meningkatnya ancaman kebakaran hutan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Menjelang arus mudik, kolaborasi berbagai instansi seperti Kementerian Perhubungan, Polri, TNI, serta Forkopimda terus ditingkatkan untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat. BMKG berperan penting dengan menyediakan data dan informasi cuaca terkini yang akurat demi mengoptimalkan kesiapsiagaan di lapangan.
Berikut ini rangkuman informasi penting terkait potensi cuaca ekstrem pada periode mudik 2026:
1. Provinsi dengan potensi hujan lebat: Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan
2. Fenomena siklon tropis Narelle memengaruhi Papua Selatan, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur
3. Operasi modifikasi cuaca sedang berlangsung di wilayah Jawa dan DKI Jakarta
4. Program penambahan hujan di Riau untuk antisipasi kebakaran hutan
5. Perkiraan musim kemarau lebih panjang awal tahun ini, perlu kewaspadaan kekeringan
Pemantauan BMKG yang intensif dan pemberian informasi cuaca yang terupdate sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas mudik dan menjaga keselamatan masyarakat di tengah potensi kondisi cuaca yang berubah-ubah. Masyarakat disarankan terus mengikuti informasi dari BMKG dan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrim selama perjalanan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jabar.antaranews.com