Prakiraan cuaca di Jawa Barat pada hari Minggu, 22 Maret 2026, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca yang bervariasi dari pagi hingga malam hari di sebagian besar wilayah Jawa Barat.
Pada pagi hari, cuaca di wilayah Jawa Barat umumnya cerah berawan dan tidak mengganggu aktivitas. Namun, mulai siang hingga sore hari, sebagian besar daerah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Wilayah seperti Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Purwakarta berpotensi hujan yang disertai petir, serta angin kencang yang membahayakan.
Memasuki malam hari, potensi hujan sedang masih berlangsung di sejumlah daerah seperti Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu. Angin kencang yang menyertai hujan di waktu tersebut berisiko merusak fasilitas umum dan menimbulkan gangguan lalu lintas. BMKG mengimbau masyarakat agar menyiapkan perlengkapan hujan dan waspada terhadap cuaca ekstrem yang tiba-tiba.
Suhu udara sepanjang hari di Jawa Barat diperkirakan berkisar antara 19 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 60 hingga 98 persen. Kondisi ini menunjukkan udara yang cukup lembap sehingga kemungkinan hujan tetap tinggi dan cuaca mudah berubah.
Berikut ringkasan prakiraan cuaca menurut BMKG untuk sejumlah wilayah di Jawa Barat:
- Pagi (07.00-13.00 WIB): Cerah berawan, potensi hujan ringan di Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.
- Siang-Sore (13.00-19.00 WIB): Hujan ringan hingga sedang meluas ke sebagian besar wilayah, termasuk Purwakarta dan Subang.
- Malam (19.00-01.00 WIB): Hujan disertai petir di Bekasi, Karawang, dan Indramayu dengan angin kencang.
- Dini Hari (01.00-07.00 WIB): Cuaca cerah berawan dan potensi hujan menurun.
Masyarakat disarankan untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui situs resmi BMKG dan media berita terpercaya. Pengendara kendaraan diimbau untuk berhati-hati terutama saat hujan deras disertai angin, agar terhindar dari kecelakaan.
Kewaspadaan ekstra penting diterapkan oleh para petani, pengusaha transportasi, dan aktivitas luar ruang lainnya demi mengantisipasi dampak negatif dari cuaca tidak menentu ini. Dengan persiapan yang tepat, potensi kerugian akibat cuaca buruk di Jawa Barat dapat diminimalkan.









