Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa tradisi riyayan berperan penting dalam mempererat persaudaraan dan memperkuat komitmen kolektif untuk membangun kehidupan lebih baik. Tradisi ini menjadi momen penting dalam menjalin kedekatan antara pemerintah dan masyarakat, terutama melalui interaksi langsung seperti bersalaman.
Dalam pelaksanaan riyayan yang berlangsung di kediamannya di Surabaya, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa jelas. Khofifah menyambut warga dengan penuh keakraban dan melayani permintaan swafoto, menegaskan bahwa tradisi ini lebih dari sekedar seremoni, melainkan ruang untuk meneguhkan kebersamaan lintas lapisan masyarakat.
Peran Riyayan dalam Memperkuat Kebersamaan
Khofifah memandang riyayan sebagai sarana yang efektif untuk membangun kepercayaan antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Dengan berinteraksi secara langsung, pemerintah mendapat kesempatan untuk lebih memahami aspirasi rakyat serta menunjukkan perhatian secara personal. Hal ini diyakini mampu memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan daerah.
Suasana tersebut juga memungkinkan masyarakat untuk merasakan kedekatan emosional dengan pemimpinnya. Warga tampak antusias mengikuti tradisi ini karena selain bertemu Gubernur, mereka juga dapat berbagi cerita dan harapan secara langsung. Dengan demikian, hubungan sosial yang terjalin bukan hanya formalitas tetapi bermuatan nilai kebersamaan dan empati.
Kesan Warga terhadap Tradisi Riyayan
Seorang warga asal Bendul Merisi, Surabaya, bernama Andiah, mengungkapkan bahwa pengalaman bersilaturahmi di kediaman Gubernur Khofifah adalah yang pertama kali baginya. Setelah menjalani mudik, ia bersama tetangga-tetangganya datang untuk terlibat dalam momen riyayan. Antusiasme warga seperti Andiah menjadi bukti bahwa tradisi ini masih relevan dan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat.
Kegiatan riyayan tersebut berjalan lancar tanpa sekat sosial, karena setiap warga dari berbagai latar belakang dapat datang langsung untuk bertemu dan berkomunikasi dengan pemerintah. Hal itu turut memperkokoh ikatan sosial sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap pembangunan yang terjadi di Jawa Timur.
Manfaat Tradisi Riyayan dalam Pemerintahan
Dari segi pemerintahan, riyayan menjadi ajang efektif untuk memperkuat saluran komunikasi dua arah. Gubernur Khofifah menganggap bahwa pendekatan personal seperti ini dapat meredam kesenjangan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Dengan jalur komunikasi yang terbuka dan langsung, potensi miskomunikasi pun dapat diminimalisir.
Adapun beberapa manfaat utama riyayan meliputi:
- Memupuk persatuan dan rasa kebersamaan antara warga dan pemimpin.
- Mendukung transparansi dan akuntabilitas pemerintah melalui interaksi langsung.
- Menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat untuk perbaikan kebijakan.
- Menjaga tradisi budaya lokal yang mengedepankan nilai gotong royong.
Riyayan yang digelar oleh Gubernur Khofifah diharapkan bisa menjadi contoh praktik komunikasi publik yang baik di daerah lain. Tradisi tersebut tidak hanya bernilai budaya tetapi juga strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang partisipatif.
Dengan demikian, riyayan lebih dari sekedar tradisi rutin. Momentum ini merupakan pengingat akan pentingnya kebersamaan dan komitmen kolektif dalam menghadapi tantangan pembangunan. Pemerintah dan masyarakat di Jawa Timur menunjukkan sinergi yang kuat, yang diharapkan terus berkelanjutan dan berkontribusi pada kemajuan bersama.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com