Momentum pencalonan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032 menjadi peluang strategis untuk mengangkat prestasi olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menyatakan dukungan penuh dan berkomitmen mengawal proses penganggaran, kesiapan fasilitas, serta kelengkapan administratif dalam rangka memperkuat proposal pencalonan tersebut.
Sumanto menegaskan bahwa menjadi tuan rumah PON bukan sekadar soal prestasi atlet. "Ini juga berdampak besar terhadap perekonomian daerah," ujarnya usai menerima jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah di kantor DPRD. Rombongan KONI Jawa Tengah yang dipimpin Ketua Umum Sujarwanto Dwiatmoko tengah mempercepat persiapan dokumen pencalonan dengan batas akhir pengajuan ke KONI Pusat pada 1 April mendatang.
Kesiapan Infrastruktur dan Fasilitas Olahraga
Sumanto optimistis Jawa Tengah sudah memiliki modal utama untuk sukses menjadi tuan rumah PON 2032. Sejumlah fasilitas olahraga berstandar nasional sudah tersebar merata di berbagai kabupaten dan kota. Menurutnya, jika ada fasilitas yang perlu diperbaiki, sifatnya hanya sebagai penyempurnaan, bukan pembangunan besar-besaran.
Menurut data dari DPRD Jawa Tengah, beberapa stadion dan arena olahraga yang ada telah memenuhi standar nasional dan mampu mengakomodasi berbagai cabang olahraga utama. Dukungan DPRD juga tercermin dalam penandatanganan surat pernyataan kesanggupan menyediakan sarana dan prasarana olahraga sesuai standar, menjamin kelayakan venue, serta memastikan dukungan aspek akomodasi dan transportasi.
Dampak Ekonomi dan Komitmen Pemerintah Daerah
Dukungan legislatif ini sekaligus menjadi penguatan terhadap rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DIY dalam mendorong pemerataan pembangunan. Sumanto menyatakan kesiapan DPRD untuk menjamin keamanan, stabilitas, dan kelancaran penyelenggaraan PON 2032. “Kami siap mendukung secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu, Sujarwanto dari KONI Jawa Tengah menjelaskan bahwa momentum pencalonan juga bakal meningkatkan geliat ekonomi lokal. Pelaku usaha di bidang perhotelan, pariwisata, transportasi, dan kuliner diperkirakan akan mendapatkan dampak positif signifikan selama dan pasca penyelenggaraan PON. Persiapan Porprov yang akan digelar di kawasan Semarang Raya pada Oktober juga menjadi bagian dari pemanasan kesiapan daerah.
Dukungan Eksekutif dan Langkah Strategis Berikutnya
Setelah bertemu Ketua DPRD Jawa Tengah, rombongan KONI melanjutkan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk silaturahmi sekaligus meminta dukungan dan tanda tangan yang akan melengkapi berkas pencalonan. Dengan komitmen kuat dari eksekutif dan legislatif, peluang Jawa Tengah dan DIY menjadi tuan rumah PON 2032 semakin terbuka.
Langkah strategis selanjutnya adalah menyelesaikan seluruh administrasi dan persyaratan teknis yang akan diserahkan ke KONI Pusat tepat waktu. Dukungan stakeholder ini sangat penting guna memastikan pencalonan berjalan lancar dan berpeluang menang dalam proses bidding.
Momentum pencalonan PON 2032 ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan prestasi olahraga di Jawa Tengah dan DIY, tetapi juga menjadi titik balik pembangungan ekonomi regional yang berkelanjutan. Integrasi antara peningkatan fasilitas olahraga dan penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata menjadi strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: halosemarang.id