AS Incar Pangkalan Lama di Greenland, Langkah Strategis di Balik Negosiasi Denmark

Amerika Serikat tengah bernegosiasi dengan Denmark untuk memperoleh akses ke tiga pangkalan militer tambahan di Greenland. Dua di antaranya pernah ditinggalkan pasukan AS beberapa dekade lalu, sehingga langkah ini berpotensi menjadi perluasan besar pertama kehadiran militer Washington di wilayah tersebut dalam waktu lama.

Pernyataan itu mengacu pada keterangan Jenderal Pentagon Gregory Guillot, sebagaimana dilaporkan The New York Times. Pembicaraan ini kembali menyorot posisi strategis Greenland di jalur pertahanan Arktik dan memunculkan pertanyaan baru tentang arah kebijakan keamanan AS di kawasan itu.

Pangkalan lama yang kembali dibahas

Negosiasi disebut mencakup lokasi yang dulu dipakai AS saat Perang Dunia II dan Perang Dingin. Setelah pasukan AS ditarik, fasilitas itu diserahkan kembali kepada otoritas Denmark dan Greenland.

Dua lokasi yang masuk pembahasan adalah Narsarsuaq, yang dikembalikan pada 1950-an, dan Kangerlussuaq, yang ditinggalkan pada 1990-an. Kedua titik tersebut kini dinilai masih relevan karena memiliki infrastruktur dasar yang bisa mendukung operasi militer terbatas.

Fungsi yang diincar Washington

Pejabat Pentagon belum mengungkap jumlah pasukan yang mungkin ditempatkan di Greenland. Namun, Guillot dilaporkan menyebut fasilitas itu akan mendukung pasukan operasi khusus dan unit angkatan laut.

Laporan NYT menyebut sebagian besar infrastruktur militer di area tersebut sudah dibongkar. Meski begitu, kedua lokasi masih memiliki bandara operasional kecil yang dapat menjadi modal awal bagi penggunaan militer baru.

Fasilitas yang masih tersisa

  1. Narsarsuaq memiliki pelabuhan laut dalam yang bisa mendukung logistik maritim.
  2. Kangerlussuaq mempunyai landasan pacu panjang yang mampu menampung pesawat besar.
  3. Kedua wilayah masih menyimpan infrastruktur sipil yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan operasional.

Keberadaan fasilitas itu membuat Greenland tetap menarik bagi militer AS, terutama untuk pengawasan rute udara dan laut di Arktik. Dalam konteks kompetisi strategis global, lokasi seperti ini punya nilai lebih karena dekat dengan kawasan utara yang makin penting bagi keamanan dan pergerakan militer.

Sikap Denmark dan Greenland

Para ahli yang dikutip surat kabar tersebut menilai Denmark memiliki ruang terbatas untuk mencegah rencana AS. Namun, otoritas Denmark dan Greenland telah menegaskan bahwa integritas wilayah mereka harus dihormati.

Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, tetapi Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa wilayah itu seharusnya bergabung dengan AS. Ia menilai posisi pulau tersebut sangat penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Pembicaraan mengenai pangkalan ini menunjukkan bahwa Greenland tetap menjadi titik tekan dalam hubungan Washington, Denmark, dan otoritas lokal Greenland. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap Arktik, setiap rencana penguatan militer AS di wilayah itu akan terus diawasi karena menyangkut kedaulatan, pertahanan, dan peta persaingan strategis di utara dunia.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com
Exit mobile version