Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan proses normalisasi Sungai Bremi di Pekalongan akan dilaksanakan secara bertahap. Langkah ini merupakan respons terhadap kerusakan tanggul sepanjang sekitar 20 meter yang jebol akibat tingginya debit air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa penanganan banjir dan kerusakan tanggul merupakan tanggung jawab bersama berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar pemerintah kabupaten, kota, provinsi, dan pemerintah pusat dalam mengatasi bencana tersebut.
Penanganan normalisasi Sungai Bremi telah masuk dalam anggaran pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Tengah pada tahun depan. Dana ini akan diprioritaskan agar proses perbaikan dan normalisasi dapat berjalan cepat dan efektif.
Selain normalisasi sungai, Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten dan kota Pekalongan juga akan melaksanakan perbaikan ruas jalan Randujajar. Upaya ini dianggap sebagai bagian dari bentuk kehadiran negara untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, khususnya terkait dampak banjir yang melanda Pekalongan.
Dampak jebolnya tanggul mengakibatkan luapan air merendam area persawahan di Pasirsari Kota Pekalongan dan Tegaldowo Kabupaten Pekalongan. Selain itu, permukiman di Kelurahan Pasirkratonkramat juga mengalami banjir yang mengganggu aktivitas warga.
Penanganan tanggul yang jebol telah dilakukan secara darurat oleh unsur BPBD Kota dan Kabupaten Pekalongan dengan dukungan TNI, Polri, serta BPBD Provinsi Jawa Tengah. Penanganan tersebut meliputi pemasangan trucuk kayu dan sandbag serta pemompaan air yang sudah masuk ke permukiman menggunakan pipa.
Gubernur Ahmad Luthfi turut menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp134,90 juta dari Pemprov Jawa Tengah. Bantuan tersebut terdiri atas logistik makanan dan nonmakanan, beras, obat-obatan, serta perlengkapan sekolah yang akan disalurkan kepada warga terdampak banjir.
Lurah Kelurahan Pasirkratonkramat, Dwi Indah Widiastuti, menyatakan bahwa penanganan darurat sampai saat ini berjalan lancar dengan bantuan unsur keamanan dan masyarakat. Selain itu, kerja bakti warga setempat juga direncanakan untuk mempercepat proses perbaikan tanggul dan penanggulangan banjir.
Berikut ini beberapa langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan:
1. Pemasangan trucuk kayu dan sandbag untuk menahan laju air
2. Pemompaan air yang merendam permukiman menggunakan pipa
3. Perbaikan ruas jalan Randujajar secara kolaboratif oleh Pemprov, Pemkot, dan Pemkab
4. Pelaksanaan normalisasi Sungai Bremi dalam program anggaran tahun berikutnya
5. Distribusi bantuan logistik dan kebutuhan pokok untuk warga terdampak
Upaya bertahap ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial yang muncul akibat bencana banjir. Proses normalisasi sungai menjadi prioritas utama agar kejadian serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang.
Pemprov Jawa Tengah tetap memonitor perkembangan penanganan dan memastikan sinergi lintas sektor dalam penanggulangan bencana. Kesiapsiagaan masyarakat juga terus didorong agar mereka dapat lebih tangguh menghadapi risiko hidrometeorologi di wilayah Pekalongan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.antaranews.com








