Krisis Medis Veteriner Mengancam Peternak Batang, 4 Juta Ternak Bergantung Pada Satu Dokter Hewan

Krisis medis veteriner di Kabupaten Batang semakin mengkhawatirkan dengan hanya satu dokter hewan aktif yang melayani lebih dari 4 juta ternak. Jumlah ternak yang meliputi 17.000 sapi, 35.000 kambing, 25.000 domba, dan hampir 4 juta unggas ini tersebar di 15 kecamatan dan hanya bergantung pada satu tenaga medis veteriner, drh. Ambar Puspitaningrum.

Kondisi ini terjadi setelah dua dokter hewan yang sebelumnya aktif di daerah tersebut ditarik menjadi pegawai pusat. Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Batang, Syam Manohara, menegaskan bahwa jumlah dokter hewan sekarang sangat tidak mencukupi untuk menangani segudang tugas medis yang ada. Ia menyatakan, “Kalau untuk kebutuhan dokter hewan di Kabupaten Batang, saya rasa sangat-sangat kurang.”

Ketergantungan Pada Satu Dokter Hewan

Meski didukung oleh 23-26 paramedis lapangan, peran dokter hewan seperti Ambar tidak dapat tergantikan dalam hal diagnosis penyakit dan pemberian obat-obatan secara medis. Secara hukum dan profesional, supervisi dokter tetap mutlak diperlukan. Ketergantungan ini mengharuskan dokter Ambar bekerja ekstra dengan melakukan pemantauan melalui teknologi video call 24 jam sehari untuk memberikan arahan pengobatan dan vaksinasi, khususnya saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda.

Dokter Ambar mengakui beban kerja berat yang harus dihadapi di tengah sumber daya yang minim. Ia harus selalu siap menerima laporan darurat dari seluruh penjuru Kabupaten Batang. “Kalau ditanya kewalahan, ya memang kewalahan,” ujarnya.

Dampak Kekurangan Dokter Hewan

Krisis ini tidak hanya berpotensi mengganggu kesehatan ternak, tetapi juga berisiko besar menimbulkan kerugian ekonomi pada sektor peternakan. Praktik pengobatan dan vaksinasi yang tergantung pada satu dokter hewan menyebabkan penanganan penyakit lambat dan rentan kesalahan dosis obat. Selain itu, belum adanya dokter hewan tetap di fasilitas penting seperti Rumah Potong Hewan (RPH) dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) menambah kompleksitas masalah.

Harapan Rekrutmen Baru

Menghadapi situasi kritis ini, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang berharap adanya perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk menambah tenaga dokter hewan. Penambahan minimal tiga hingga empat dokter hewan baru diharapkan mampu meringankan beban dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ternak. Idealnya, setiap kecamatan memiliki dokter hewan tetap agar penanganan kesehatan ternak lebih optimal.

Data Populasi Ternak di Kabupaten Batang:

  1. Sapi: ± 17.000 ekor
  2. Kambing: ± 35.000 ekor
  3. Domba: ± 25.000 ekor
  4. Unggas: Mendekati 4.000.000 ekor

Kondisi ini menjadi peringatan serius untuk segera memperkuat sistem pelayanan medis veteriner di Kabupaten Batang guna menjaga stabilitas sektor peternakan. Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga medis veteriner agar kesejahteraan hewan ternak dan keberlanjutan industri peternakan dapat terjamin.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: infopublik.id

Terkait