Banjar Sawah Pasuruan Gagal Panen, Pemprov Jatim Siap Bantu Benih Padi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan bantuan benih padi untuk petani di Kabupaten Pasuruan yang mengalami gagal panen akibat banjir. Bantuan itu disiapkan setelah pendataan sawah terdampak dinyatakan final oleh pemerintah daerah bersama Dinas Pertanian Provinsi Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa langkah itu menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian di wilayah yang terendam banjir sejak Selasa. Ia menegaskan bahwa pemetaan lahan terdampak sudah dilakukan agar bantuan bisa disalurkan tepat sasaran kepada petani yang terdampak langsung.

Pendataan Sawah Jadi Dasar Penyaluran Bantuan

Khofifah mengatakan Pemkab Pasuruan dan Dinas Pertanian Provinsi Jatim telah melakukan pendataan di lahan-lahan sawah yang terdampak banjir. Setelah data selesai diverifikasi, Dinas Pertanian Jatim akan menyalurkan benih padi bagi petani yang gagal panen.

Proses pendataan dinilai penting agar bantuan tidak salah sasaran dan sesuai dengan tingkat kerusakan di lapangan. Pemerintah daerah juga ingin memastikan kebutuhan petani dihitung berdasarkan kondisi nyata setelah banjir merusak areal tanam.

Kerusakan Irigasi Jadi Perhatian

Selain gagal panen, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur pertanian, termasuk saluran irigasi. Khofifah menilai koordinasi lintas instansi dibutuhkan agar perbaikan bisa segera dilakukan sebelum musim tanam berikutnya dimulai.

Berikut fokus penanganan yang disebutkan Pemprov Jatim:

  1. pendataan lahan sawah terdampak banjir,
  2. penyaluran benih padi untuk petani yang gagal panen,
  3. perbaikan infrastruktur irigasi,
  4. pemantauan cuaca untuk menentukan waktu tanam,
  5. upaya percepatan surutnya genangan air.

Menurut Khofifah, sistem pengairan harus segera kembali normal agar petani tidak menghadapi risiko tambahan saat mulai menanam ulang. Kerusakan irigasi yang dibiarkan berlarut dapat memicu keterlambatan tanam dan menekan produktivitas pertanian di wilayah terdampak.

Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan

Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah penanganan cuaca melalui Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Upaya itu dilakukan untuk membantu mengurangi intensitas hujan sehingga genangan air bisa lebih cepat surut.

Pemantauan cuaca disebut menjadi faktor penting bagi petani karena kondisi hujan yang tidak menentu dapat memengaruhi jadwal tanam. Dengan informasi cuaca yang lebih akurat, petani diharapkan bisa mengurangi risiko gagal panen pada musim tanam berikutnya.

1.148 KK Terdampak di Sejumlah Kecamatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jatim mencatat sebanyak 1.148 kepala keluarga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan per Kamis. Warga terdampak tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol.

Sebagian warga juga terpaksa mengungsi karena ketinggian air masih mengganggu aktivitas harian mereka. Kondisi ini membuat penanganan banjir tidak hanya menyasar sektor pertanian, tetapi juga kebutuhan dasar warga yang terdampak langsung.

Khofifah turut membagikan bantuan sembako kepada ratusan warga di titik banjir Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang terdampak genangan air dan kehilangan akses terhadap aktivitas normal mereka.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.akurat.co

Terkait