10 Provinsi Pemilik Sepeda Motor Terbanyak 2026, Dominasi Jawa yang Sulit Terbendung

Sepeda motor masih menjadi moda transportasi paling dominan di Indonesia karena mudah dijangkau dan fleksibel untuk harian. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai 145,24 juta unit pada 2025, naik dari 139,45 juta unit pada periode sebelumnya.

Kenaikan itu juga terlihat kuat di sejumlah provinsi dengan kepemilikan kendaraan roda dua yang sangat besar. Berdasarkan data BPS yang dihimpun dalam publikasi Statistik Indonesia 2026, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah sepeda motor terbanyak, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah.

10 Provinsi dengan Jumlah Sepeda Motor Terbanyak

Daftar berikut menunjukkan persebaran sepeda motor yang masih terkonsentrasi di wilayah padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi. Dominasi Pulau Jawa tetap terlihat jelas, sementara beberapa provinsi di luar Jawa juga masuk dalam jajaran 10 besar.

Peringkat Provinsi Jumlah Sepeda Motor
1 Jawa Barat 24,26 juta unit
2 Jawa Timur 20,24 juta unit
3 Jawa Tengah 19,83 juta unit
4 DKI Jakarta 9,37 juta unit
5 Banten 7,49 juta unit
6 Sumatra Utara 7,16 juta unit
7 Bali 4,75 juta unit
8 Sulawesi Selatan 4,71 juta unit
9 Riau 4,28 juta unit
10 Sumatra Selatan 3,76 juta unit

Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 24,26 juta unit sepeda motor. Angka ini meningkat dari 23,34 juta unit pada periode sebelumnya dan mencerminkan kebutuhan mobilitas yang sangat besar di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia.

Jawa Timur berada di urutan kedua dengan 20,24 juta unit. Jawa Tengah menyusul di posisi ketiga dengan 19,83 juta unit, sehingga tiga provinsi di Pulau Jawa tetap mendominasi daftar dengan jarak yang cukup jauh dari provinsi lain.

Mengapa Pulau Jawa Dominan

Tingginya jumlah sepeda motor di Jawa tidak lepas dari kepadatan penduduk dan tingginya aktivitas ekonomi. Di wilayah dengan mobilitas harian tinggi, sepeda motor sering dipilih karena lebih murah, cepat, dan mudah menjangkau lokasi yang sulit dilalui transportasi umum.

DKI Jakarta berada di posisi keempat dengan 9,37 juta unit sepeda motor. Angka itu menunjukkan tingginya kebutuhan perjalanan di kawasan metropolitan, meski transportasi publik di ibu kota terus berkembang.

Banten menempati urutan kelima dengan 7,49 juta unit, sementara Sumatra Utara ada di posisi keenam dengan 7,16 juta unit. Keduanya menjadi wilayah penting karena menopang aktivitas komuter dan distribusi barang di sekitar pusat pertumbuhan ekonomi.

Provinsi di Luar Jawa yang Masuk 10 Besar

Bali berada di peringkat ketujuh dengan 4,75 juta unit sepeda motor. Kebutuhan mobilitas harian masyarakat dan sektor pariwisata menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya penggunaan kendaraan roda dua di provinsi ini.

Sulawesi Selatan menyusul dengan 4,71 juta unit, disusul Riau di posisi kesembilan dengan 4,28 juta unit. Sumatra Selatan melengkapi 10 besar dengan 3,76 juta unit sepeda motor, menunjukkan bahwa kebutuhan transportasi pribadi juga tinggi di kawasan dengan aktivitas ekonomi yang berkembang.

Ketimpangan Antardaerah Masih Terlihat

Di sisi lain, data BPS juga memperlihatkan ketimpangan yang besar antardaerah. Provinsi di wilayah timur Indonesia cenderung memiliki jumlah sepeda motor jauh lebih sedikit, terutama di Papua dan Maluku.

Papua Pegunungan mencatat jumlah sepeda motor paling rendah secara nasional, hanya sekitar 34.773 unit. Di atasnya ada Papua Selatan dengan 164.074 unit, Papua Barat dengan 176.279 unit, serta Papua Barat Daya dan Papua Tengah yang masing-masing memiliki 199.916 unit dan 242.364 unit.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, Dwi Ardianta Kurniawan, menjelaskan bahwa jumlah kendaraan sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Ia juga menilai ketersediaan moda alternatif dan perilaku masyarakat ikut membentuk pola kepemilikan kendaraan.

“Sepeda motor menjadi salah satu moda transportasi yang diperlukan untuk aktivitas ekonomi. Tapi perlu dicatat bahwa transportasi hanya merupakan kebutuhan turunan, jadi merupakan kebutuhan lanjutan karena adanya aktivitas ekonomi,” ujarnya kepada GoodStats, Senin (30/3/2026).

Selain faktor populasi dan aktivitas ekonomi, akses infrastruktur juga berperan besar dalam membentuk jumlah sepeda motor di tiap provinsi. Wilayah dengan konektivitas terbatas cenderung memiliki pola kepemilikan kendaraan yang berbeda dibanding daerah urban yang padat dan memiliki mobilitas tinggi.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: goodstats.id
Exit mobile version