Polda Jawa Tengah menurunkan 7.161 personel gabungan untuk mengamankan ibadah Jumat Agung di 996 titik yang tersebar di 35 satuan wilayah. Langkah ini disiapkan untuk menjaga kelancaran ibadah umat Kristiani sekaligus memastikan situasi keamanan tetap kondusif di seluruh daerah.
Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, mengatakan pengamanan dilakukan secara menyeluruh dari awal hingga akhir rangkaian ibadah. “Kami memastikan kehadiran aparat untuk memberikan rasa aman. Pengamanan dilakukan menyeluruh, mulai dari sterilisasi hingga pengaturan lalu lintas di sekitar gereja,” ujarnya.
Komposisi Personel Pengamanan
Dari total kekuatan yang dikerahkan, Polda Jateng menyiapkan 5.873 personel Polri, 876 prajurit TNI, serta 412 personel dari instansi terkait. Pengamanan juga diperkuat 898 unsur masyarakat yang ikut mendukung pelaksanaan ibadah agar berjalan tertib.
Kombinasi personel lintas unsur ini ditempatkan di gereja-gereja dan titik ibadah yang dinilai membutuhkan perhatian khusus. Pola pengamanan dibuat menyesuaikan karakter lokasi, jumlah jemaat, dan potensi kepadatan arus lalu lintas di sekitarnya.
Fokus di Wilayah dengan Jemaat Terbanyak
Berdasarkan data kepolisian, jumlah jemaat yang diperkirakan mengikuti ibadah Jumat Agung di Jawa Tengah mencapai 212.905 orang. Dua wilayah dengan konsentrasi jemaat terbesar adalah Kota Semarang dan Surakarta, sehingga keduanya mendapat prioritas pengamanan lebih ketat.
Di Kota Semarang, pengamanan dilakukan di 57 titik dengan dukungan 656 personel. Sementara di Kota Surakarta, aparat mengawal sekitar 40.000 jemaat yang beribadah di 15 lokasi strategis.
Langkah Pengamanan yang Diterapkan
Pengamanan tidak hanya berfokus pada penjagaan fisik di sekitar rumah ibadah, tetapi juga pada upaya pencegahan gangguan keamanan. Aparat melakukan sterilisasi lokasi, memantau akses keluar masuk jemaat, dan mengatur arus lalu lintas agar ibadah berjalan lancar.
Berikut rangkaian pengamanan yang diterapkan di lapangan:
- Sterilisasi area gereja sebelum ibadah dimulai.
- Penjagaan di titik masuk dan keluar jemaat.
- Pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi ibadah.
- Patroli dan pemantauan situasi selama ibadah berlangsung.
- Pendekatan humanis untuk menjaga kenyamanan jemaat.
Pendekatan humanis juga menjadi perhatian agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang. Sinergi antara TNI, Polri, instansi terkait, dan elemen masyarakat disebut menjadi faktor penting dalam menjaga kerukunan dan ketertiban.
Hingga laporan ini disampaikan, situasi keamanan di kabupaten dan kota di Jawa Tengah dilaporkan aman dan terkendali. Polda Jateng mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban serta menjalankan ibadah dengan khusyuk di seluruh titik pengamanan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: newsreal.id