Hujan Deras Picu Longsor Dan Angin Kencang Di Tulungagung, BPBD Kejar Penanganan Cepat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Tulungagung menangani dua kejadian bencana yang muncul hampir bersamaan setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama sekitar tiga jam. Peristiwa tersebut berupa tanah longsor di Kecamatan Sendang dan angin kencang di Kecamatan Ngantru, yang terjadi pada Jumat sore.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Sudarmadji mengatakan hujan berintensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 14.00 WIB dan memicu gangguan di dua kecamatan tersebut. BPBD langsung menerima laporan dari lokasi terdampak dan mengerahkan tim untuk melakukan pemantauan dan asesmen awal.

Longsor Tutup Akses Jalan di Sendang

Tanah longsor terjadi di Dusun Ngrejeng, Desa Geger, Kecamatan Sendang. Material tanah menutup total akses jalan menuju Dusun Turi sehingga jalur warga sempat terputus.

BPBD menyebut pembersihan material longsor dijadwalkan dilakukan pada Sabtu. Petugas juga terus memantau kondisi lereng di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah

Di Kecamatan Ngantru, angin kencang merusak sedikitnya 18 rumah warga di Desa Kepuhrejo dan Desa Pohok. Kerusakan yang muncul umumnya tergolong ringan dan banyak terjadi pada bagian atap rumah.

Sudarmadji menjelaskan kerusakan didominasi genteng dan asbes yang terlepas akibat terpaan angin. Hingga saat ini, pendataan masih berlangsung dan jumlah rumah terdampak masih berpotensi bertambah.

Langkah Cepat BPBD di Lokasi Terdampak

BPBD Tulungagung bersama tim gabungan telah turun ke lokasi untuk memastikan kondisi warga dan tingkat kerusakan. Sejumlah bantuan darurat juga mulai disalurkan kepada warga yang rumahnya terdampak angin kencang.

Berikut langkah penanganan yang dilakukan BPBD di lokasi bencana:

  1. Pemantauan dan asesmen awal di Kecamatan Sendang dan Ngantru.
  2. Pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan.
  3. Persiapan pembersihan material longsor di Dusun Ngrejeng.
  4. Penyaluran bantuan darurat berupa terpal dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak.
  5. Peringatan kewaspadaan kepada masyarakat terhadap cuaca ekstrem dan bencana susulan.

BPBD Tulungagung mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi cuaca seperti ini dinilai masih berisiko memicu longsor, angin kencang, dan gangguan lain di wilayah rawan bencana.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com
Exit mobile version