Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Cirebon masih berada dalam kelompok daerah dengan penduduk miskin terbanyak di Jawa Barat. Hingga akhir 2025, jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 229.640 jiwa, menempatkan Cirebon di posisi kelima tertinggi di provinsi tersebut.
Data itu menjadi sorotan di tengah peringatan hari jadi Kabupaten Cirebon yang ke-544. Dalam rentang 2021 hingga 2025, daerah ini memang mengalami penurunan jumlah penduduk miskin dari sekitar 271.000 jiwa, tetapi penurunannya belum cukup besar untuk menggeser posisi dari papan atas daftar kemiskinan Jawa Barat.
Kemiskinan yang Bertahan Lama
Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyebut kemiskinan masih menjadi persoalan besar yang belum selesai. Ia menilai masalah ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena berkaitan dengan struktur ekonomi daerah dan karakter wilayah yang kompleks.
“Penurunan angka kemiskinan memang terjadi, tetapi tantangannya masih besar. Kami terus berupaya menekan angka tersebut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi lokal,” ujar Imron, Kamis (2/4/2026).
Pemerintah daerah menilai tantangan di Cirebon juga dipengaruhi posisinya sebagai wilayah perbatasan. Ketimpangan pembangunan, terbatasnya akses ke lapangan kerja formal, dan dominasi sektor informal masih menjadi hambatan utama dalam memperkuat daya tahan ekonomi warga.
Posisi Cirebon di Peta Kemiskinan Jawa Barat
Di level provinsi, ketimpangan antarwilayah masih terlihat jelas. Daerah dengan jumlah penduduk besar seperti Bogor dan Garut menempati posisi tertinggi, disusul Bandung dan Cianjur, sementara Cirebon tetap berada dalam kelompok dengan beban sosial-ekonomi tinggi.
Situasi di Cirebon juga sejalan dengan beberapa wilayah Pantura lain, terutama Indramayu, yang sama-sama mencatat angka kemiskinan besar. Kondisi itu menunjukkan kawasan pesisir utara Jawa Barat masih menghadapi persoalan struktural yang sulit diatasi hanya dengan program jangka pendek.
- Cirebon berada di lima besar daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Jawa Barat.
- Jumlah penduduk miskin pada 2025 tercatat 229.640 jiwa.
- Tren menurun sejak 2021 belum cukup untuk mengubah posisi daerah secara signifikan.
- Tantangan utama meliputi ketimpangan pembangunan, lapangan kerja formal yang terbatas, dan sektor informal yang dominan.
Langkah yang Ditempuh Pemerintah Daerah
Imron mengatakan pemerintah daerah kini memusatkan perhatian pada penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses pendidikan, dan layanan kesehatan juga masuk dalam prioritas untuk menekan kemiskinan secara bertahap.
Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat. Menurut Imron, langkah itu perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas lapangan kerja baru dan menarik investasi agar pertumbuhan ekonomi lokal lebih cepat terasa.
Perbandingan dengan Tren Jawa Barat
Secara umum, angka kemiskinan di Jawa Barat menunjukkan perbaikan. Total penduduk miskin di provinsi ini turun dari sekitar 4,19 juta jiwa pada 2021 menjadi 3,65 juta jiwa pada 2025, tetapi penurunannya belum merata di semua daerah.
Kondisi itu membuat Cirebon tetap menjadi perhatian, karena usia kabupaten yang sudah melampaui lima abad belum diikuti oleh lompatan ekonomi yang cukup kuat. Pemerintah daerah kini dituntut menyiapkan kebijakan yang lebih terukur agar penurunan kemiskinan tidak berhenti di angka statistik dan benar-benar dirasakan oleh warga di tingkat rumah tangga.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: bandung.bisnis.com