Polda Jawa Timur dan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur memperkuat sinergi untuk membina generasi muda agar lebih produktif dan berdaya saing. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional melalui kegiatan yang konkret dan berkelanjutan.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dengan jajaran Kwarda Jatim di Selasar Patuh Mapolda Jatim. Pertemuan itu turut dihadiri pejabat utama Polda Jatim serta Ketua Kwarda Jatim H. M. Arum Sabil bersama pengurus.
Fokus pada pembinaan generasi muda
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa generasi muda memegang peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, pembinaan dinilai perlu dilakukan secara serius agar mereka siap menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi yang terus berkembang.
Ia menekankan bahwa kerja sama Polda Jatim dan Pramuka tidak hanya berhenti pada agenda seremonial. Sinergi itu harus menyentuh kegiatan yang memberi manfaat langsung, terutama bagi pembentukan karakter, disiplin, dan kemandirian anak muda.
Dukungan untuk ketahanan pangan dan energi
Salah satu program yang disorot dalam pertemuan itu adalah gerakan tanam jagung. Program ini dipandang mampu mendorong kemandirian sekaligus membangun kebiasaan produktif di kalangan generasi muda.
Nanang juga menyebut sinergi tersebut harus selaras dengan agenda swasembada pangan dan energi. Berikut fokus penguatan kerja sama yang dibahas dalam audiensi itu:
- Pengembangan gerakan tanam jagung sebagai bagian dari ketahanan pangan.
- Pemanfaatan fasilitas dan sumber daya Polda Jatim untuk edukasi Pramuka.
- Penguatan pembinaan karakter melalui keterlibatan dalam kegiatan lapangan.
- Dukungan terhadap program energi terbarukan dan inovasi berbasis teknologi.
Pramuka Kwarda Jatim punya potensi besar
Ketua Kwarda Jatim H. M. Arum Sabil menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah penguatan koordinasi dengan Kapolda Jatim yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah. Ia menyebut anggota aktif Pramuka di Jawa Timur mencapai sekitar 3,3 juta orang yang tersebar di 38 kabupaten dan kota.
Jumlah tersebut dinilai menjadi modal besar untuk menggerakkan program “Pramuka Produktif”. Program itu diarahkan agar anggota Pramuka tidak hanya aktif dalam kegiatan kepanduan, tetapi juga terlibat dalam sektor pertanian dan pengembangan energi terbarukan.
Usulan inovasi berbasis teknologi
Kwarda Jatim juga mengusulkan sejumlah terobosan untuk memperkuat kontribusi Pramuka terhadap pembangunan daerah. Dua gagasan yang dibahas adalah pemanfaatan energi surya di sektor pertanian dan pembentukan “Brigade Pangan Nusantara” berbasis teknologi.
Inovasi itu dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini karena menggabungkan pembinaan karakter dengan pemanfaatan teknologi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, produktif, dan siap bersaing di berbagai sektor.
Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan pengamanan
Kapolda Jatim turut mengapresiasi keterlibatan aktif Pramuka dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Keterlibatan itu dinilai menunjukkan bahwa anggota Pramuka memiliki peran dalam kegiatan sosial dan pelayanan publik, termasuk dalam mendukung ketertiban dan kepedulian masyarakat.
Sinergi antara Polda Jatim dan Pramuka Kwarda Jatim kini diarahkan menjadi kerja sama yang lebih luas, tidak hanya untuk pembinaan karakter, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan pangan, mendorong energi terbarukan, dan membentuk generasi muda yang produktif di seluruh wilayah Jawa Timur.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: polreskedirikota.com








