Polisi Kawal Aksi Mahasiswa Di DPRD Jateng, Pengamanan Humanis Di Tengah Orasi Panas

Polisi mengawal aksi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang yang berunjuk rasa di depan kantor DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang. Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang, dengan penjagaan difokuskan di pintu gerbang kantor legislatif yang berdampingan dengan kantor Gubernur Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto mengatakan kepolisian menghormati penyampaian pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan. “Kami menghormati kebebasan berpendapat yang disampaikan melalui unjuk rasa,” ujarnya, dilansir dari Antara, Kamis.

Pengamanan Ditekankan Secara Humanis

Dalam pengawalan aksi tersebut, dua mobil meriam air juga disiagakan di area kantor DPRD Jawa Tengah. Kepolisian menegaskan pengamanan dijalankan dengan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional agar situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Artanto menyebut kehadiran polisi bertujuan memberi pelayanan sekaligus menjamin kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu kepentingan umum. Ia juga meminta peserta aksi menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah Pengamanan di Lokasi Aksi

Untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, polisi juga menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kantor Gubernur Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan tidak terganggu oleh konsentrasi massa aksi di kawasan tersebut.

Berikut sejumlah langkah pengamanan yang dilakukan aparat di lokasi:

  1. Menempatkan personel gabungan di pintu gerbang DPRD Jawa Tengah.
  2. Menyiagakan dua mobil meriam air sebagai langkah antisipasi.
  3. Menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Pahlawan.
  4. Mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan berlangsung.

Aspirasi Mahasiswa Disampaikan di Depan DPRD

Aksi mahasiswa itu menyoroti sejumlah isu kebijakan publik, termasuk jabatan anggota TNI di ruang sipil. Penyampaian pendapat tersebut berlangsung di depan kantor DPRD Jawa Tengah dengan pengamanan ketat namun tetap dijaga agar tidak memicu gangguan keamanan.

Kepolisian meminta peserta aksi tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Hingga pengawalan dilakukan, aparat memastikan situasi di kawasan kantor DPRD Jawa Tengah tetap terkendali dan aktivitas masyarakat di sekitarnya dapat terus berjalan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.metrotvnews.com

Terkait