Pelantikan pengurus Perkumpulan Kedokteran Militer (Perdokmil) Jawa Timur di atas KRI dr. Soeharso-990 menegaskan kembali peran sektor militer dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Acara yang digelar bersamaan dengan Seminar Nasional Global Health Security itu menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi ancaman pandemi, bencana, dan krisis biologis di masa depan.
Pemilihan kapal rumah sakit milik TNI AL sebagai lokasi pelantikan juga membawa pesan strategis tentang kesiapsiagaan layanan kesehatan bergerak. Kehadiran fasilitas ini dinilai relevan untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T yang kerap menghadapi keterbatasan akses layanan medis.
Perdokmil dorong kolaborasi sipil-militer
Ketua Umum Perdokmil, Mayjen TNI (Purn) Dr. Dian Andriani Ratna Dewi, menyebut organisasi itu tidak hanya menjadi wadah dokter militer. Ia menegaskan, seluruh tenaga kesehatan yang memiliki minat pada kedaruratan dan respons cepat juga dapat bergabung.
“Perdokmil itu bukan hanya perkumpulan dokter militer. Siapapun yang ingin meningkatkan keilmuan di bidang kedaruratan dan respons cepat, kami siap mewadahi,” ujarnya.
Menurut Dian, Perdokmil mengusung visi Tri Bhakti yang mencakup penguatan solidaritas, peningkatan pengetahuan, dan kolaborasi sipil-militer. Kerja bersama itu dipandang sebagai bagian dari kesiapan nasional dalam menghadapi situasi darurat kesehatan.
KRI dr. Soeharso dijadikan simbol kesiapsiagaan
Pelantikan di kapal rumah sakit TNI AL dipilih bukan sekadar untuk acara seremonial. Lokasi tersebut dipandang merepresentasikan pentingnya mobilitas layanan kesehatan ketika terjadi bencana atau kondisi darurat di lapangan.
Laksma TNI (Purn) Dr. Nora Lelyana yang resmi dilantik sebagai Ketua Perdokmil Jawa Timur menilai kapal rumah sakit harus selalu siap bergerak cepat. Ia menekankan bahwa fasilitas semacam itu dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kapal ini diharapkan selalu siap bergerak cepat untuk memberikan pelayanan kesehatan seluas-luasnya kepada masyarakat,” kata Nora.
Titik tekan pada wilayah 3T dan JKN
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, menyoroti pentingnya sinergi antarinstansi untuk memperbesar akses layanan kesehatan. Fokus utamanya adalah wilayah 3T yang sering menghadapi hambatan geografis dan keterbatasan fasilitas.
Prihati menilai kapal rumah sakit TNI AL dapat menjadi solusi untuk menjangkau daerah yang belum memiliki pelayanan kesehatan memadai. Dalam konteks Program Jaminan Kesehatan Nasional, keberadaan layanan bergerak dinilai bisa membantu pemerataan akses bagi masyarakat.
Pokok pesan dari pelantikan Perdokmil Jatim
- Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penguatan ketahanan kesehatan nasional.
- Kapal rumah sakit TNI AL dipilih sebagai simbol kesiapsiagaan dan mobilitas layanan.
- Perdokmil membuka partisipasi lebih luas bagi tenaga kesehatan di bidang kedaruratan.
- Wilayah 3T tetap menjadi fokus utama pemerataan akses layanan kesehatan.
- Sinergi militer dan sipil dinilai penting dalam respons cepat saat bencana dan krisis.
Global Health Security dan ancaman kesehatan masa depan
Seminar Nasional Global Health Security yang digelar dalam rangkaian acara itu mempertegas bahwa ancaman kesehatan tidak lagi terbatas pada penyakit menular. Krisis biologis, bencana alam, dan gangguan distribusi layanan medis juga dipandang sebagai risiko yang memerlukan respons terpadu.
Dalam kerangka itu, peran militer tidak hanya terkait pertahanan wilayah, tetapi juga dukungan logistik, evakuasi medis, dan layanan kesehatan bergerak. Kehadiran Perdokmil di Jawa Timur diharapkan memperkuat jejaring tenaga kesehatan yang siap bekerja dalam situasi darurat dan kondisi sulit.
