Jemaah calon haji asal Jawa Tengah mulai bersiap memasuki Asrama Haji Donohudan, Boyolali, dengan Embarkasi Solo menjadi jalur utama keberangkatan ke Tanah Suci. Tahun ini, total kuota Jawa Tengah mencapai 34.122 jemaah, yang terdiri dari jemaah reguler, prioritas lansia, petugas haji daerah, dan pembimbing KBIHU.
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menyampaikan bahwa layanan keberangkatan sudah hampir siap sepenuhnya. Ia juga menjelaskan adanya pembagian keberangkatan antara Embarkasi Solo dan Embarkasi Yogyakarta untuk mengurai kepadatan sekaligus memberi jarak tempuh yang lebih dekat bagi sebagian jemaah.
81 kloter berangkat lewat Solo
Keberangkatan jemaah dari Embarkasi Solo akan dibagi dalam 81 kloter. Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Donohudan pada pukul 06.00 WIB, dengan jemaah asal Kabupaten Tegal sebagai rombongan perdana.
Kloter 1 tersebut membawa 360 orang, terdiri dari 356 jemaah dan 4 petugas. Jadwal masuk asrama menjadi penanda dimulainya rangkaian pelayanan haji dari Embarkasi Solo, yang menjadi pusat pemberangkatan besar bagi jemaah Jawa Tengah.
15 kloter dialihkan melalui Embarkasi Jogja
Sebagian jemaah Jawa Tengah tidak seluruhnya berangkat dari Solo karena ada 15 kloter yang dipusatkan melalui Embarkasi Yogyakarta. Kebijakan ini berlaku bagi jemaah dari wilayah yang secara geografis lebih dekat ke Jogja.
Jemaah yang masuk Embarkasi Jogja berasal dari eks Karesidenan Kedu, meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kebumen. Jumlahnya disebut sekitar 6.000 jemaah.
Menurut Fitriyanto, keberadaan Embarkasi Jogja membuat perjalanan jemaah lebih ringan dan mengurangi kelelahan. Pemindahan sebagian kloter juga membantu mengurangi kepadatan layanan di Solo yang sebelumnya bisa mencapai empat hingga lima kloter dalam satu hari.
Persiapan layanan hampir rampung
Fitriyanto menegaskan bahwa kesiapan Embarkasi Solo sudah mendekati 100 persen. Simulasi layanan, termasuk One Stop Service di Asrama Haji Donohudan, juga dilakukan untuk memastikan alur pelayanan berjalan lancar saat para jemaah mulai berdatangan.
Perubahan lain yang menonjol pada musim haji ini adalah pembagian kartu nusuk di Indonesia sebelum keberangkatan. Jika sebelumnya kartu tersebut dibagikan di Arab Saudi, kini Syarikah datang ke masing-masing embarkasi di Tanah Air sehingga jemaah sudah memegang kartu itu saat terbang.
Kebijakan tersebut diharapkan memberi ketenangan lebih besar bagi jemaah. Dengan perlengkapan utama sudah diterima sejak di asrama, jemaah dapat langsung fokus menjalani ibadah setibanya di Arab Saudi.
Lansia masih mendominasi
Dari sisi komposisi, porsi jemaah lanjut usia di Embarkasi Solo masih tergolong tinggi, sekitar 40 persen. Kategori lansia dalam data tersebut adalah jemaah berusia 65 tahun ke atas.
Fitriyanto menyebut jemaah tertua di Embarkasi Solo berusia 84 tahun asal Kabupaten Klaten. Sementara itu, jemaah termuda berusia 13 tahun dari Magelang dan berangkat sebagai pengganti.
Source: www.detik.com






