Wagub Jabar Terharu Temukan Ihsan Nyaris Putus Sekolah, Janji Selamatkan Pendidikan Karena Ekonomi

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengaku terharu saat mendapati seorang siswa SMP Negeri 1 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, nyaris putus sekolah karena terbentur persoalan ekonomi keluarga. Siswa bernama Ihsan, 15, yang duduk di kelas VIII dan tinggal di Babakan Situ, sempat berhenti sekolah meski masih ingin terus belajar.

Peristiwa itu ditemukan Erwan saat berkunjung ke sekolah tersebut dan berdialog dengan guru serta pihak sekolah. Dari penjelasan yang diterima, orang tua Ihsan belum mengizinkan anaknya melanjutkan pendidikan, sementara di sisi lain Ihsan masih memiliki keinginan kuat untuk kembali ke bangku sekolah.

Respons cepat dari pemerintah provinsi

Erwan menyatakan akan turun langsung untuk berbicara dengan orang tua Ihsan agar persoalan itu bisa dicari jalan tengah. Ia menegaskan, upaya penyelamatan pendidikan anak tidak boleh berhenti hanya karena kendala ekonomi yang menekan keluarga.

“Nanti saya yang akan bicara dengan orang tuanya, permasalahannya seperti apa, sehingga kita cari win-win solution agar Ihsan tetap bisa melanjutkan sekolah,” ujarnya.

Ia juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hadir membantu anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi agar tidak putus sekolah. Menurut dia, pendidikan harus tetap berjalan sampai jenjang yang lebih tinggi, termasuk bagi Ihsan.

“Saya jamin Ihsan dan semua anak-anak di Jawa Barat akan terus melanjutkan sekolah sampai jenjang lebih tinggi,” kata Erwan.

Bantuan untuk kembali belajar

Sebagai bentuk dukungan, Erwan memberikan bantuan biaya sekolah hingga Ihsan menyelesaikan SMP. Bantuan itu juga disertai perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, dan seragam baru agar Ihsan bisa kembali belajar dengan lebih layak.

Erwan mengatakan Ihsan bukan hanya anak yang sedang menghadapi kesulitan, tetapi juga siswa yang memiliki semangat kuat untuk masa depannya. Ia menilai Ihsan disukai teman-temannya dan tidak mudah menyerah meski sempat menghadapi hambatan besar.

“Anaknya penuh semangat, disayangi teman-temannya juga. Teman-temannya tidak rela kalau Ihsan sampai meninggalkan sekolah,” ucapnya.

Kehadiran bantuan itu membuat Ihsan kembali tersenyum. Saat ditanya perasaannya, ia mengaku bahagia karena bisa sekolah lagi.

Pengingat tentang akses pendidikan

Kisah Ihsan menyoroti masih adanya anak yang harus berjuang keras mempertahankan hak dasar atas pendidikan karena tekanan ekonomi keluarga. Dalam kasus seperti ini, dukungan sekolah dan pemerintah menjadi penting agar siswa tidak kehilangan kesempatan belajar di tengah keterbatasan.

Erwan menekankan bahwa semangat anak-anak seperti Ihsan harus dijaga agar tidak padam di tengah kondisi sulit. Ia berharap Ihsan terus melanjutkan sekolah dan membuktikan kemampuannya untuk naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Source: mediaindonesia.com
Terkait