Jelang Idul Adha 1447 H, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan stok hewan kurban berada dalam kondisi aman dan surplus. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut persediaan sapi, kambing, domba, hingga kerbau jauh melampaui kebutuhan masyarakat.
Kepastian itu disampaikan seiring kesiapan Jatim menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada akhir bulan Mei 2026. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dari 38 kabupaten/kota, seluruh jenis ternak kurban di Jawa Timur tercatat cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah maupun pasokan keluar provinsi.
Stok sapi dan kambing jauh di atas kebutuhan
Data Pemprov Jatim menunjukkan ketersediaan sapi mencapai 629.119 ekor, sementara kebutuhan yang diproyeksikan hanya 70.550 ekor. Selisih yang besar itu menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah dengan cadangan ternak kurban paling kuat.
Untuk kambing, stok yang tersedia mencapai 940.693 ekor dari kebutuhan 297.900 ekor. Adapun domba tercatat 484.468 ekor dengan proyeksi kebutuhan 58.600 ekor, sedangkan kerbau tersedia 1.698 ekor untuk kebutuhan minimalis 10 ekor.
Khofifah menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi kebutuhan kurban. “Alhamdulillah, ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur tahun ini sangat mencukupi, bahkan surplus signifikan. Ini menjadi jaminan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang dan nyaman,” ujarnya di Surabaya.
Pengawasan kesehatan hewan diperketat
Selain memastikan jumlah hewan mencukupi, Pemprov Jatim juga menempatkan aspek kesehatan sebagai perhatian utama. Sebanyak 950 dokter hewan dan 1.500 paramedik veteriner disiagakan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem.
Langkah itu dilakukan agar hewan yang dipotong benar-benar layak dan aman dikonsumsi. Pemeriksaan juga membantu memastikan proses distribusi dan penyembelihan berjalan sesuai standar kesehatan hewan.
Juru sembelih halal ikut dikerahkan
Untuk menjaga kepatuhan terhadap syariat, Pemprov Jatim turut menyiapkan 1.997 Juru Sembelih Halal atau JULEHA bersertifikat. Kehadiran mereka menjadi bagian dari pengawasan agar pelaksanaan penyembelihan berjalan sesuai ketentuan agama.
Penempatan tenaga bersertifikat ini juga mendukung pelaksanaan kurban di berbagai daerah agar lebih tertib. Di lapangan, keberadaan JULEHA membantu memastikan proses penyembelihan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga lebih profesional.
PMK dan LSD disebut terkendali
Khofifah menyampaikan bahwa ancaman Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK serta Lumpy Skin Disease atau LSD saat ini telah terkendali. Pengendalian dilakukan melalui program vaksinasi masif yang dijalankan di berbagai wilayah Jawa Timur.
Meski situasi dinilai aman, prosedur ketat tetap diberlakukan dalam perdagangan hewan kurban. Setiap hewan yang diperjualbelikan wajib memiliki sertifikat veteriner dan minimal telah menerima vaksinasi PMK dosis pertama, sehingga transaksi yang berlangsung tetap berada dalam pengawasan kesehatan hewan.
Dengan stok yang melimpah, pengawasan kesehatan yang ketat, serta dukungan tenaga medis dan JULEHA bersertifikat, Jawa Timur menyiapkan diri menghadapi kebutuhan kurban tahun ini secara lebih matang. Kondisi surplus tersebut juga menunjukkan kapasitas peternakan daerah ini dalam menjaga pasokan hewan kurban tetap stabil untuk masyarakat.
