Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah sedang mendorong konsolidasi internal untuk menatap Pemilu 2029. Target utamanya jelas, yakni merebut kembali kursi DPR RI yang hilang pada Pemilu 2024.
Ketua DPW PPP Jateng, Suyono, menilai langkah itu hanya bisa dicapai jika seluruh pengurus dan kader bergerak solid. Ia juga menekankan bahwa kader harus memperkuat kualitas diri, bukan terjebak pada ego pribadi.
Fokus ke anak muda dan ruang sosial
Suyono meminta kader PPP untuk tidak sibuk mengurusi konflik. Ia justru mendorong mereka lebih sering menyapa masyarakat, mengobrol, dan nongkrong bersama anak muda sambil menyampaikan hal-hal positif tentang PPP.
Arahan itu menjadi bagian dari dorongan agar partai lebih dekat dengan generasi muda. Dalam pandangan Suyono, kerja politik tidak cukup dilakukan di dalam struktur organisasi, tetapi juga lewat kehadiran sosial yang lebih cair di tengah masyarakat.
Regenerasi lewat kolaborasi lintas generasi
PPP Jateng juga menyiapkan pola regenerasi yang menempatkan kader muda sebagai motor penggerak. Sementara itu, kalangan kasepuhan diminta tetap memberi nasihat agar pengalaman tetap menjadi bagian dari arah gerak partai.
Suyono menilai kolaborasi lintas generasi bisa menjadi salah satu jalan untuk menghidupkan kembali semangat partai. Ia menyebut agenda muscab lima tahunan sebagai ruang evaluasi, introspeksi, dan refleksi untuk menyusun langkah ke depan.
Muscab di pesantren untuk dekati basis santri
Agenda muscab digelar bersama Dapil VI di GOR SMA Takhassus Wonosobo dan diikuti lima DPC PPP dari wilayah eks Karesidenan Kedu. Wilayah itu meliputi Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Purworejo.
PPP juga sengaja menggelar muscab di lingkungan pesantren untuk menguatkan kembali basis santri. Menurut Gus Itab, partai ini punya akar dukungan di pesantren, sehingga pelaksanaan muscab di komplek PP Al-Asy’ariyah Kalibeber Mojotengah Wonosobo dipilih untuk menyasar kembali kalangan santri.
Evaluasi kerja dan susun kepengurusan baru
Selain membahas arah politik, muscab juga dipakai untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya. Forum ini akan menentukan program kerja dan kebijakan partai untuk lima tahun mendatang, sekaligus menyusun kepengurusan DPC PPP di Dapil VI Jawa Tengah.
Dalam proses itu, akan dibentuk tim formatur khusus yang melibatkan unsur DPP, DPW, DPC, hingga perwakilan PAC. PPP Jateng berharap kepengurusan baru yang lahir dari muscab mampu menghadirkan kader berintegritas, berkapasitas, dan memiliki dedikasi tinggi untuk memperkuat posisi partai di daerah masing-masing.
Suyono menegaskan bahwa kekuatan PPP ke depan tidak hanya bertumpu pada sejarah panjang partai. Ia menilai kerja nyata kader yang duduk di pemerintahan maupun legislatif akan ikut menentukan kemampuan PPP untuk bangkit kembali.
