Bos CATL Tentang Baterai Solid-State, Produksi Massal Masih Jauh Dari Harapan

Author: Qoo Media

Pernyataan terbaru dari Robin Zeng kembali menegaskan bahwa baterai solid-state belum akan segera masuk produksi massal. Ketua CATL itu menyebut teknologi tersebut masih jauh dari tahap yang benar-benar siap diproduksi besar-besaran, meski industrinya terus mendorong pengembangan lebih cepat.

Zeng menyampaikan pandangan itu di forum Summer Davos 2026 di Dalian, menurut laporan Bandao Morning Post. Ia menggambarkan progres solid-state battery baru mencapai level 4 jika menggunakan skala 1 sampai 9, sementara level 9 baru menandai titik ketika baterai bisa diproduksi massal.

Tiga hambatan utama sebelum produksi massal

Menurut Zeng, jalur menuju produksi massal tidak hanya ditentukan oleh teknologi inti. Ada juga jalur produk dan jalur komersial yang harus lolos lebih dulu.

Jalur produk berkaitan dengan kecukupan pasokan serta apakah keandalan dan keamanan produk sudah memenuhi syarat. Jalur komersial menyangkut penerimaan pasar, yakni apakah produk itu akhirnya bisa dijual dalam volume besar.

Catatan itu penting karena menunjukkan tantangan solid-state battery tidak berhenti di laboratorium. Bahkan jika kemajuan teknis terus berjalan, produk tetap harus memenuhi standar industri dan menarik bagi pasar otomotif dalam skala besar.

CATL sendiri sebelumnya sudah menyampaikan pandangan yang sejalan. Perusahaan menilai adopsi massal solid-state battery di jutaan kendaraan kecil kemungkinan terjadi sebelum 2030.

Dalam pernyataan lain awal bulan ini, Zeng juga menyoroti faktor biaya. Ia mengatakan kendaraan harus cukup murah untuk mencapai skala jutaan unit, sementara hambatan masih muncul di sisi performa dan biaya.

Target internal CATL dan arah industri

Di sisi pengembangan teknis, chief scientist CATL Wu Kai sudah memaparkan peta waktu produksi pada 2024. Menurut dia, perusahaan menargetkan level 7 hingga 8 pada 2027.

Pada tahap itu, produksi kecil untuk all-solid-state battery disebut sudah mungkin dilakukan. Namun, Wu juga menekankan bahwa produksi berskala besar tetap akan menghadapi masalah biaya.

CATL tampak serius mengejar teknologi ini. Hingga akhir 2024, tim riset dan pengembangan terkait solid-state battery di perusahaan itu telah berkembang menjadi lebih dari 1.000 orang.

Langkah CATL juga sejalan dengan arah sejumlah pemain lain di China. Beberapa produsen baterai menargetkan produksi kecil solid-state battery sekitar 2027.

Di antara pesaing yang ikut mempercepat pengembangan teknologi baterai generasi berikutnya ada BYD dan Gotion High-tech. Sementara itu, Nio terus memperluas riset solid-state battery dengan mengeksplorasi beberapa jalur teknologi, termasuk oxide dan sulfide.

Situasi ini memperlihatkan bahwa persaingan bukan hanya soal siapa yang paling cepat menemukan formula baterai baru. Yang lebih sulit adalah membawa teknologi itu ke produksi aman, stabil, dan cukup murah untuk dipasarkan dalam jumlah besar.

Bagi industri kendaraan listrik, pernyataan Zeng menjadi pengingat bahwa solid-state battery masih berada dalam fase transisi panjang. Harapan besar terhadap baterai jenis ini tetap ada, tetapi jalan menuju produksi massal masih harus melewati pengujian teknis, kesiapan pasokan, dan penerimaan pasar yang belum sepenuhnya terbuka.

Source: cnevpost.com
Terbaru