Jatim Punya Karantina Terpadu Pertama, Proses Ekspor-Impor Dipangkas di Satu Kawasan

Jawa Timur resmi memiliki Instalasi Karantina Terpadu pertama di Indonesia yang berlokasi di Jemundo Puspa Agro, Sidoarjo. Fasilitas ini disiapkan untuk mempercepat layanan ekspor dan impor dalam satu kawasan terintegrasi.

Pusat layanan tersebut dibangun di atas lahan seluas lima hektare. Seluruh proses karantina hewan, ikan, dan tumbuhan kini dipusatkan dalam satu area.

Peresmian dilakukan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (8/5). Kehadiran fasilitas ini menandai penguatan layanan karantina di Jawa Timur dengan model yang belum ada di daerah lain.

Karding menyebut Badan Karantina Indonesia berperan dalam upaya pemerintah memperkuat perlindungan sumber daya alam hayati nasional. Ia juga menegaskan bahwa peran itu berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Karding, fungsi badan karantina kini tidak lagi sebatas mencegah penyebaran hama dan penyakit. Lembaga itu juga mengawasi keamanan pangan hingga produk rekayasa genetik.

“Kami memiliki Tugas pengawasan dan pengendalian keamanan dan mutu pangan, pakan, produk rekayasa genetik (PRG), sumber daya genetik (SDG), agensia hayati, jenis asing invasif (JAI), tumbuhan dan satwa liar serta tumbuhan dan satwa langka,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penyediaan lahan. Menurutnya, integrasi layanan dalam satu kawasan akan membuat proses lebih efektif dan efisien.

“Kami berterima kasih kepada ibu Gubernur Khofifah yang telah menempatkan Balai Karantina di satu tempat sehingga barang yang di uji dan di karantina bisa dengan mudah efektif efisien tidak berbelit dan dwelling time,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Jawa Timur juga melepas sejumlah komoditas ekspor unggulan. Salah satunya frozen yellowfin tuna seberat 19.906,46 kilogram dengan tujuan Amerika Serikat.

Komoditas itu berasal dari Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al-Ishlah dan PT Citra Raja Ampat Canning. Selain itu, ada ekspor bahan baku pakan ternak milik PT Charoen Pokphand Indonesia ke Timor Leste.

Kehadiran instalasi terpadu ini memperlihatkan upaya Jawa Timur memperkuat ekosistem perdagangan sekaligus layanan karantina. Di saat yang sama, fasilitas tersebut juga diarahkan untuk memangkas proses yang selama ini kerap memakan waktu dalam urusan ekspor dan impor.

Source: www.jawapos.com
Exit mobile version