Piala Dunia 2026 Kembali Gratis di TVRI, Hak Warga atas Spektakel Dunia Ditegaskan

Author: Qoo Media

Piala Dunia 2026 akan hadir dengan wajah yang berbeda bagi penonton Indonesia. Seluruh 104 pertandingan akan tayang gratis lewat TVRI setelah pemerintah melalui LPP TVRI mencapai kesepakatan dengan FIFA sebagai pemegang hak siar resmi.

Langkah ini langsung memulihkan akses publik yang sempat bergeser ke model berbayar di layanan streaming berlangganan. Bagi warga di kabupaten terpencil, wilayah kepulauan, dan daerah 3T, keputusan itu berarti turnamen empat tahunan ini bisa dinikmati tanpa paywall, tanpa paket langganan, dan tanpa syarat lain selain antena serta televisi.

Hak siar gratis dan akses publik

Model siaran gratis ini menutup periode ketika hak siar Piala Dunia dikuasai entitas swasta dengan skema berbayar. Di kota besar, hambatan itu mungkin tidak terlalu terasa karena daya beli relatif mencukupi.

Situasinya berbeda di banyak daerah yang jangkauan siarannya belum merata. Di wilayah yang akses medianya terbatas, Piala Dunia selama ini belum bisa dinikmati secara utuh.

TVRI memegang lisensi utama dan menanggung beban terbesar dalam penyiaran. Targetnya adalah menyiarkan tayangan berkualitas dunia yang inklusif, mudah diakses, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

RRI dan LKBN ANTARA ikut mengisi peran pelengkap dalam ekosistem ini. RRI membantu menjangkau daerah dengan sinyal televisi yang belum stabil, sementara ANTARA mengelola arus informasi dan narasi publik melalui pemberitaan daring dan media sosial.

Kolaborasi lembaga publik

ANTARA juga menggerakkan diseminasi informasi ke tingkat lokal lewat 34 biro regional. Jaringan itu diperkuat dengan 300 layar LED yang tersebar di berbagai tempat publik.

Mohammad Kusnaeni menilai siaran langsung Piala Dunia 2026 bisa menjadi ajang memperkuat eksistensi TVRI, RRI, dan LKBN ANTARA di tengah masyarakat. Ia menyebut tantangan dari beragam platform media sosial semakin berat bagi lembaga penyiaran publik.

Piala Dunia punya daya tarik yang besar dan sulit disaingi konten lain. Karena itu, ajang ini menjadi ujian tekanan sekaligus kesempatan untuk menunjukkan relevansi lembaga penyiaran publik.

Infrastruktur siaran dan literasi digital

TVRI menayangkan seluruh pertandingan lewat siaran terestrial nasional dengan jangkauan pemancar ke berbagai penjuru negeri. Pengguna televisi digital perlu memindai ulang kanal agar TVRI Nasional dan TVRI Sport terdaftar, sedangkan pengguna televisi analog dapat memakai Set Top Box untuk mendapatkan siaran digital yang optimal.

Penguatan jangkauan juga didukung pembenahan infrastruktur teknis di daerah. TVRI Jambi, misalnya, sudah memantapkan infrastruktur pemancar agar radius jangkauan semakin luas, dan pola serupa berjalan di stasiun daerah lain.

Di sisi lain, masalah akses tidak hanya soal teknis siaran. Banyak rumah tangga sudah memiliki televisi digital, tetapi belum melakukan pemindaian ulang kanal atau belum memahami cara mengoperasikan Set Top Box.

Untuk itu, TVRI bersama RRI dan ANTARA menjalankan program “Bola Gembira” di berbagai kota di Indonesia. Program lapangan ini dirancang untuk mempercepat penyebaran informasi dan membangun antusiasme sebelum kick-off.

Nonton bareng dan lisensi usaha kecil

Salah satu kebijakan yang paling langsung dirasakan publik menyangkut nonton bareng. Selama bertahun-tahun, pelaku usaha kecil yang menggelar nobar berada di zona abu-abu hukum atau dikenai royalti yang tidak sebanding dengan skala usahanya.

Tahun ini, TVRI membuka mekanisme pendaftaran resmi bagi pelaku usaha yang ingin menggelar nobar. Untuk pelaku Usaha Mikro dan Kecil, lisensi diberikan gratis agar mereka bisa menyelenggarakan acara nonton bareng.

Kebijakan itu hadir sebagai respons terhadap persoalan hak cipta pada siklus Piala Dunia sebelumnya. Warung kopi, kafe kecil, dan komunitas warga yang menggelar nobar tanpa orientasi komersial dapat mendaftar melalui portal resmi TVRI.

Untuk kategori komersial seperti hotel atau kafe, serta ajang yang lebih besar, lisensi dikenakan mulai dari Rp10 juta sebagai penerimaan negara bukan pajak. Kategori ini diperuntukkan bagi tempat usaha atau lokasi yang memperoleh keuntungan dari kegiatan nobar.

Bagi pemulihan konsumsi rumah tangga, efek berganda dari nobar skala kecil selama 39 hari di ribuan titik di seluruh Indonesia dinilai tidak bisa dianggap sepele. Skema ini sekaligus memberi ruang agar perayaan Piala Dunia tetap hidup di level komunitas.

Tuntutan akurasi dan jangkauan

Komisi VII DPR RI menaruh perhatian besar pada proyek siaran ini. Dalam rapat bersama tri-media negara, komisi itu menuntut agar TVRI tidak gagal menjalankan siaran karena ini menjadi kesempatan pertama setelah sekitar 30 tahun tidak menayangkan Piala Dunia.

Legislatif juga memosisikan keberhasilan proyek ini sebagai tolok ukur. Dampaknya bukan hanya pada citra TVRI, tetapi juga pada citra Indonesia di mata publik.

Komisi VII meminta TVRI, RRI, dan ANTARA melakukan evaluasi berbasis data empiris terkait keterjangkauan siaran. Permintaan itu menegaskan bahwa keberhasilan tidak cukup diukur dari lancarnya penyiaran, melainkan dari seberapa luas siaran benar-benar diterima masyarakat.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli. Laga pembuka mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Banorte, Meksiko, pada 12 Juni pukul 02.00 WIB.

Source: jatim.antaranews.com
Terbaru