Koperasi Merah Putih Masuk Sekolah di Jateng, Kurikulum Baru Disiapkan Sejak SD Hingga SMA

Jawa Tengah sedang menyiapkan langkah yang jarang ditempuh daerah lain: memasukkan kurikulum perkoperasian ke sekolah dari SD hingga SMA. Kebijakan ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027 dan digerakkan sebagai dukungan terhadap program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pemprov Jateng melihat pendidikan koperasi sebagai cara membentuk pemahaman ekonomi kerakyatan sejak dini. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai anak-anak perlu mengenal koperasi secara menyeluruh agar nilai gotong royong dan kerja sama tumbuh lebih kuat.

Dari ruang kelas ke ekonomi kerakyatan

Luthfi menyebut provinsi sudah menyiapkan kurikulum dan ingin implementasinya segera dimulai di pendidikan dasar. Ia menyampaikan hal itu saat menerima laporan dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto, di kantornya.

Menurut Luthfi, penguatan pendidikan koperasi tidak hanya soal pengetahuan organisasi. Ia menekankan bahwa pengenalan koperasi sejak kecil bisa membangun pemahaman masyarakat terhadap ekonomi kerakyatan.

Materi dibagi sesuai jenjang sekolah

Rancangan kurikulum ini dibuat bertahap agar sesuai dengan usia siswa. Di tingkat SD, siswa akan dikenalkan pada konsep dasar koperasi.

Pada jenjang SMP, materi akan fokus pada struktur organisasi koperasi beserta tugas dan fungsinya. Sementara di SMA, siswa mulai diarahkan pada kewirausahaan berbasis koperasi.

Eddy Sulistiyo Bramianto menjelaskan, pendekatan bertahap itu dirancang agar siswa tidak hanya mengenal koperasi sebagai lembaga. Kurikulum ini juga ditujukan untuk menanamkan cara berpikir kolaboratif menuju kesejahteraan bersama.

Sudah dibahas dengan Kemendikdasmen

Rancangan kurikulum tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pemprov Jateng juga dijadwalkan bertemu Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membahas tindak lanjut implementasinya di sekolah.

Bramianto mengatakan pihaknya menargetkan kurikulum itu sudah bisa masuk pada tahun ajaran baru. Ia juga menyebut Gubernur Jateng siap meluncurkan program tersebut pada awal Juni.

Disusun sejak Oktober 2025

Untuk mematangkan rancangan, Pemprov Jateng menggelar Focus Group Discussion Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Kota Semarang, pada 5–7 Mei 2026. Forum itu melibatkan unsur Kanwil Kemenag Jateng, Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Kota Semarang, tim ahli Dinas Koperasi dan UKM Jateng, serta praktisi gerakan koperasi.

Bramianto menyebut penyusunan kurikulum sudah dimulai sejak Oktober 2025. Ia mengatakan proses pembahasan dengan para guru yang dilibatkan mendapat respons positif dan disebut sebagai dorongan penting untuk melanjutkan implementasi program ini.

Source: indoraya.news
Terkait