Disnakertrans Jatim Siapkan Freelancer Muda Profesional, Jalan Baru Tekan Pengangguran di Era Digital

Disnakertrans Jawa Timur sedang mengubah cara pandang pencari kerja muda di daerah itu. Melalui Penciptaan Talenta Millennium Job Center (MJC) Batch 2 bidang konten kreator, instansi ini menyiapkan generasi muda agar siap menjadi freelancer profesional di ekonomi kreatif dan bisnis digital.

Program ini diposisikan sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran di Jawa Timur. Fokusnya bukan hanya memberi pelatihan, tetapi juga membuka jalan agar peserta bisa langsung terhubung dengan pasar kerja yang membutuhkan jasa kreatif berbasis digital.

Peserta datang dari lima wilayah

Kegiatan ini berlangsung di Aston Sidoarjo City Hotel and Conference Center pada 19–21 Mei 2026. Sebanyak 50 peserta mengikuti program tersebut, dengan sebaran dari lima Bakorwil di Jawa Timur, yaitu Malang, Madiun, Bojonegoro, Jember, dan Pamekasan.

Program ini juga mengusung pendekatan inklusif. Tiga peserta penyandang disabilitas ikut ambil bagian dalam pelatihan yang dirancang untuk memperluas akses kerja di sektor digital.

Freelancer dipandang sebagai kekuatan baru

Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menilai perkembangan industri digital membuka peluang besar bagi anak muda untuk bekerja secara mandiri. Ia menyebut freelancer sebagai kekuatan baru dalam pengurangan pengangguran.

Menurut Sigit, anak muda yang tidak tertarik bekerja di sektor formal tetapi memiliki kemampuan digital kreatif bisa menjadikan profesi freelancer sebagai jalur kerja. Ia juga menyoroti pergeseran kebutuhan industri yang kini semakin mengarah ke digitalisasi, mulai dari promosi, produksi konten, hingga jasa kreatif berbasis media digital.

Jembatan ke dunia usaha

Untuk memperluas peluang peserta, Disnakertrans Jatim menggandeng Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Jawa Timur. Langkah ini ditujukan agar peserta MJC tidak berhenti pada tahap pelatihan, melainkan bisa bertemu dengan industri yang memang membutuhkan layanan mereka.

Sigit menegaskan, peserta yang sudah mendapatkan proyek dan penghasilan pada dasarnya sudah bekerja. Karena itu, ukuran keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah orang yang dilatih, tetapi juga dari perkembangan peserta setelah program selesai.

Bangun ekosistem talenta dan klien

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, menjelaskan bahwa MJC dirancang untuk membangun ekosistem talenta, mentor, dan klien. Pola ini diharapkan memperluas akses generasi muda terhadap peluang kerja di sektor ekonomi kreatif.

Purwanti juga menegaskan perubahan pola pikir yang ingin dibangun melalui program ini. Peluang kerja, menurut dia, tidak hanya ada di sektor formal, tetapi juga di sektor informal khususnya ekonomi kreatif dan digital business.

Ke depan, Disnakertrans Jatim menyiapkan konsep business matching dengan menghadirkan perusahaan dan pelaku usaha yang membutuhkan jasa promosi digital maupun konten kreator. Dengan cara itu, peserta diharapkan bisa langsung memperoleh proyek berbayar dan terkoneksi dengan industri sesuai kemampuan mereka.

Source: infopublik.id
Exit mobile version