
Jawa Barat kini menjadi salah satu tumpuan pertumbuhan industri interior lokal. Tingginya aktivitas pembangunan hunian, renovasi, dan proyek interior komersial membuat wilayah ini makin penting bagi para pelaku usaha di sektor tersebut.
Kondisi itu mendorong produsen material interior Javaco meluncurkan program Jawara, singkatan dari Javaco Waktunya Juara, untuk komunitas perajin, workshop, dan pelaku interior di Jawa Barat. Program ini dirancang untuk memperkuat hubungan dengan perajin yang selama ini tumbuh bersama merek tersebut.
Pasar yang bergerak cepat
President Director Javaco Roberto Saputra menilai perkembangan industri interior membuat perajin harus bekerja lebih presisi dan efisien. Mereka juga dituntut mengikuti tren desain yang terus berubah.
Di saat yang sama, kebutuhan terhadap material yang mudah diaplikasikan dan tahan lama ikut meningkat. Dua kebutuhan itu menjadi bagian penting dalam pengerjaan interior sehari-hari.
Pertumbuhan industri interior lokal juga berjalan seiring dengan kenaikan industri furnitur nasional. Kementerian Perindustrian mencatat industri furnitur tumbuh 2,07 persen sepanjang 2024.
Kementerian Perindustrian juga menyebut nilai ekspor furnitur Indonesia mencapai 1,91 miliar dollar AS pada Januari-Desember 2024. Data yang sama, mengutip Expert Market Research, memproyeksikan pasar furnitur global tumbuh rata-rata 4,9 persen pada periode 2025-2034.
Mengapa Jawa Barat dipilih
Javaco memilih Jawa Barat sebagai wilayah pertama pelaksanaan program karena komunitas perajin dan workshop interior di daerah itu dinilai aktif dan terus berkembang. Wilayah ini juga memiliki ekosistem usaha interior yang bergerak dari skala rumahan, workshop mandiri, hingga proyek interior komersial.
Roberto menyebut kultur kolaboratif di kalangan pelaku usaha interior Jawa Barat menjadi alasan lain pemilihan wilayah tersebut. Komunitas perajin di sana disebut aktif berbagi referensi pengerjaan, pengalaman proyek, dan rekomendasi material.
Menurut Javaco, kekuatan komunitas seperti itu penting karena pertumbuhan industri interior tidak dibangun sendirian. Toko, workshop, dan perajin punya peran besar dalam menjaga ekosistem tetap bergerak.
Apresiasi untuk komunitas lokal
Program Jawara dijalankan melalui pembelian HPL Javaco dan ditutup dengan malam apresiasi di Bajawa, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (22/5/2026). Acara tersebut juga menghadirkan influencer lokal Jawa Barat Melga Septrida atau Bos Bubun, yang dikenal lewat sinetron Preman Pensiun.
Roberto mengatakan tujuan program ini bukan sekadar mendekatkan brand dengan pengguna. Javaco ingin membangun hubungan yang lebih berkelanjutan dengan komunitas perajin.
Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan brand tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk. Kepercayaan dan loyalitas komunitas yang memakai produk setiap hari ikut membentuk posisi merek di pasar.
Di tengah perubahan pasar interior dan furnitur, Jawa Barat tampak menjadi wilayah strategis bagi pelaku usaha yang ingin tumbuh bersama komunitas lokal. Javaco menempatkan daerah ini sebagai titik awal untuk memperkuat kolaborasi yang sudah lama terbentuk di lapangan.
Source: money.kompas.com








