BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Timur akan didominasi cuaca berawan hingga cerah berawan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kondisi ini menjadi penanda bahwa langit kering masih mendominasi di banyak daerah, seiring fase peralihan iklim yang mulai terasa di sejumlah kawasan lokal.
Di saat yang sama, masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan suhu yang cukup kontras antara siang dan malam. Suhu udara di Jawa Timur hari ini diperkirakan berada pada rentang 15 hingga 33 derajat Celsius, dengan udara paling dingin berpotensi muncul di dataran tinggi dan pegunungan.
Angin bergerak dinamis dari utara ke selatan
BMKG mencatat pergerakan massa udara di wilayah ini terbilang stabil. Arah angin di permukaan tanah bergerak dari utara ke selatan dengan kecepatan bervariasi.
Rentang kecepatan angin yang dilaporkan berada di antara 0,5 hingga 40 kilometer per jam. Kondisi itu membuat cuaca harian cenderung stabil, meski perubahan lokal tetap bisa terjadi di beberapa titik.
Kominfo Jatim juga menyebut prakiraan cuaca Jawa Timur untuk hari ini hingga tiga hari ke depan secara umum akan didominasi kondisi langit yang kering. Situasi tersebut selaras dengan terpantau mulainya musim kemarau secara bertahap di sebagian besar wilayah hilir dan zona tapal kuda.
Surabaya dan sekitarnya masih relatif aman dari awan konvektif
Di kawasan metropolitan, kekhawatiran warga terhadap awan gelap belum terkonfirmasi dari pantauan radar cuaca. Pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan lebat di sekitar Surabaya dan sekitarnya terpantau sangat minim.
BMKG Juanda melalui sistem peringatan dini juga meminta warga tetap tenang. Indeks labilitas atmosfer di kawasan pesisir utara masih terpantau relatif aman.
Untuk memudahkan pemantauan, parameter cuaca wilayah Jawa Timur hari ini menunjukkan suhu minimum 15 derajat Celsius dan suhu maksimum 33 derajat Celsius. Kondisi langit dominan tercatat berawan dan cerah berawan, sementara angin bergerak dari utara menuju selatan.
Perhatian juga tertuju ke perairan Jawa Timur
Selain cuaca daratan, sektor maritim ikut menjadi perhatian bagi nelayan dan pengguna transportasi laut. Informasi tinggi gelombang di perairan Utara Jawa, Selat Madura, hingga Samudra Hindia di selatan Jawa Timur terus diperbarui secara berkala oleh BMKG maritim.
Pengguna transportasi laut diminta memeriksa pembaruan cuaca bahari dari stasiun meteorologi maritim terdekat sebelum berlayar. Pemerintah daerah melalui BPBD setempat juga mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dan cukup minum air putih selama cuaca cerah berawan mendominasi.
Sejumlah langkah antisipasi tetap dijalankan di daerah rawan, termasuk pembersihan saluran air untuk menghadapi perubahan cuaca mendadak. Di sisi lain, stasiun meteorologi di berbagai daerah terus mengaktifkan sistem radar pemantau cuaca selama 24 jam penuh untuk mendeteksi anomali secara cepat.
Source: www.pdiperjuanganbali.id






