
Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah mengungkap sindikat penipuan investasi kripto internasional yang meraup sekitar USD 2,3 juta atau Rp41,1 miliar. Dalam pengungkapan ini, seorang model perempuan disebut memegang peran penting untuk meyakinkan korban sebelum mereka diarahkan ke platform kripto palsu.
Kasus tersebut menyorot bagaimana penipuan digital kini memadukan pendekatan emosional dan jebakan investasi. Polda Jateng mengungkap jaringan itu bersama FBI dalam operasi yang menyasar pola kejahatan daring lintas negara.
Sindikat ini menjalankan modus pig butchering, yakni penipuan yang membangun kedekatan dengan korban lebih dulu sebelum menawarkan investasi. Mereka memanfaatkan aplikasi kencan daring dan media sosial untuk menjaring warga negara Amerika Serikat.
Keterlibatan model perempuan digunakan untuk memperkuat hubungan emosional dengan korban. Setelah kepercayaan terbentuk, korban diarahkan masuk ke platform kripto yang ternyata palsu.
Jaringan penipuan itu terungkap dalam operasi yang berpusat di wilayah Sukoharjo dan Surakarta. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga strategi manipulasi psikologis yang disusun secara rapi.
Pengungkapan bersama FBI memperlihatkan bahwa kasus ini masuk dalam kategori kejahatan siber lintas yurisdiksi. Pola seperti ini kerap memanfaatkan media sosial dan ruang percakapan digital untuk membangun kedekatan sebelum korban kehilangan uang dalam jumlah besar.
Source: rri.co.id








