
Serapan gabah BULOG di Jawa Barat menembus 491.297 ton setara beras hingga awal Juni 2026. Angka itu berarti Jawa Barat sudah menyumbang sekitar 16 persen dari total serapan nasional BULOG yang mencapai 3.020.883 ton setara beras per 3 Juni 2026.
Capaian tersebut datang saat BULOG masih mengejar target pengadaan nasional 4 juta ton setara beras. Dengan realisasi yang sudah berada di kisaran 75 persen, peluang target itu tercapai sebelum akhir tahun masih terbuka lebar.
Jawa Barat jadi penyumbang besar serapan nasional
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, menyebut pengadaan tahun ini tetap berjalan untuk gabah maupun beras. Serapan di Jawa Barat juga sudah mencapai 70,75 persen dari target daerah sebesar 694.432 ton.
Menurut Nurman, capaian ini menunjukkan kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah kering petani lewat Harga Pembelian Pemerintah atau HPP sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif. Kebijakan itu juga memberi kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.
Stok beras nasional menguat
Nurman menegaskan serapan yang tinggi ikut mendorong penguatan Cadangan Beras Pemerintah atau CBP. Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG disebut melampaui 5 juta ton dan berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
Stok tersebut menjadi penopang penting untuk berbagai kebutuhan pemerintah. Fungsi itu mencakup stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.
Panen masih berlangsung
Di tengah proses serapan yang terus berjalan, panen di sejumlah daerah masih berlangsung. Kondisi ini membuat BULOG melihat masih ada ruang tambahan untuk menambah pengadaan dalam beberapa bulan ke depan.
Nurman mengatakan potensi panen musim tanam kedua diharapkan bisa mendongkrak serapan gabah dan beras. Dengan dukungan panen lanjutan itu, BULOG optimistis target pengadaan nasional 4 juta ton setara beras bisa tercapai sebelum akhir tahun.
Source: pelitajabar.com








