Kemendagri memberi panggung bagi pemerintah daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik di wilayah Jawa-Bali. Lewat penghargaan ini, pemerintah pusat ingin mendorong kompetisi yang lebih sehat sekaligus memberi ruang apresiasi bagi daerah yang berhasil mencatat capaian nyata.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan bahwa penilaian berbasis regional dibuat agar persaingan lebih adil. Skema ini dipilih karena daerah kecil tidak selalu punya kapasitas fiskal yang sama dengan daerah besar, tetapi tetap bisa menunjukkan kreativitas dan kinerja yang kuat.
Penghargaan itu diserahkan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemendagri menjalankan program apresiasi ini di enam regional, yakni Sumatera, Kalimantan, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, Sulawesi, dan Papua.
Tito mengatakan pendekatan regional membantu menampilkan capaian positif Pemda kepada masyarakat. Ia juga menilai masih banyak kepala daerah yang bekerja baik dan layak mendapat ruang apresiasi.
Empat kategori penilaian
Penghargaan diberikan berdasarkan empat kategori kinerja, yaitu penurunan tingkat pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi, serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Setiap kategori dibagi ke dalam peringkat I, II, dan III untuk tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.
Kemendagri juga menyiapkan bantuan pemerintah untuk para pemenang sebagai bentuk apresiasi. Peringkat I mendapat Rp3 miliar, peringkat II Rp2 miliar, dan peringkat III Rp1 miliar.
Daftar penerima penghargaan
Pada kategori penurunan tingkat pengangguran tingkat kabupaten, penghargaan Terbaik I diraih Kabupaten Kulon Progo. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Jombang.
Untuk tingkat kota di kategori yang sama, Kota Magelang meraih Terbaik I. Kota Surakarta berada di posisi kedua dan Kota Denpasar di posisi ketiga.
Di tingkat provinsi untuk kategori penurunan tingkat pengangguran, Provinsi Jawa Timur menempati Terbaik I. Provinsi DIY berada di Terbaik II.
Pada kategori creative financing tingkat kabupaten, Kabupaten Madiun meraih Terbaik I. Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gianyar masing-masing berada di Terbaik II dan Terbaik III.
Di tingkat kota untuk kategori creative financing, Kota Surabaya menempati Terbaik I. Kota Bogor dan Kota Semarang menyusul di posisi kedua dan ketiga.
Pada tingkat provinsi di kategori ini, Provinsi DKI Jakarta meraih Terbaik I. Provinsi Banten berada di Terbaik II.
Capaian di pengendalian inflasi dan penanggulangan kemiskinan
Untuk kategori pengendalian inflasi tingkat kabupaten, Kabupaten Garut meraih Terbaik I. Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Majalengka melengkapi posisi berikutnya.
Di tingkat kota pada kategori pengendalian inflasi, Kota Cirebon berada di Terbaik I. Kota Sukabumi dan Kota Probolinggo menempati peringkat II dan III.
Pada tingkat provinsi di kategori pengendalian inflasi, Provinsi Bali meraih Terbaik I. Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah berada di posisi berikutnya.
Sementara itu, pada kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting tingkat kabupaten, Kabupaten Badung menempati Terbaik I. Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan berada di peringkat II dan III.
Untuk tingkat kota dalam kategori yang sama, Kota Denpasar meraih Terbaik I. Kota Surabaya dan Kota Tangerang Selatan melengkapi daftar tiga besar.
Pada tingkat provinsi, Provinsi Bali menempati Terbaik I. Provinsi Jawa Barat berada di Terbaik II.
Tito menyebut penghargaan ini akan terus berlanjut ke gelombang berikutnya di enam regional lain. Ia juga membuka peluang topik penilaian berbeda, seperti kota bersih atau pengelolaan layanan publik, agar apresiasi terhadap kinerja daerah tetap relevan.
Source: jatim.antaranews.com