Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta pengelola satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG memprioritaskan pembelian telur dari peternak lokal. Langkah itu diarahkan agar program makan bergizi gratis tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung ke masyarakat.
Gus Yasin menegaskan keberadaan ribuan dapur MBG harus menjadi motor penggerak ekonomi bagi peternak, petani, nelayan, koperasi, hingga pelaku UMKM lokal. Ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Tata Kelola Penyelenggaraan dan Rantai Pasok Bahan Baku MBG di Jawa Tengah.
Data Badan Gizi Nasional menunjukkan kebutuhan telur untuk seluruh SPPG di Jawa Tengah rata-rata mencapai 720.902 kilogram per minggu. Angka itu masih jauh di bawah potensi produksi telur Jawa Tengah yang disebut mencapai sekitar 7,3 juta ton per tahun.
Serapan daging ayam dari program ini tercatat lebih tinggi dibanding telur. Kebutuhan daging ayam mencapai 1.452.587 kilogram per minggu atau sekitar 75,5 ribu ton per tahun, setara sekitar 1,3 persen dari total potensi produksi ayam Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini menyiapkan kesepakatan bersama dengan asosiasi peternak, koperasi, dan pemangku kepentingan lain. Kesepakatan itu akan mendorong kebutuhan bahan baku SPPG diprioritaskan dari daerah sendiri, termasuk telur, ayam, dan ikan.
Gus Yasin menyebut apabila ada SPPG di Kabupaten Banjarnegara, maka kebutuhan telur, sayur, dan bahan pangan lain idealnya dipenuhi lebih dulu oleh pemasok dari wilayah tersebut. Ia menilai pola itu bisa memperkuat ekonomi lokal sekaligus menekan biaya distribusi.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan peternak. Saat ini masih ada laporan bahwa sebagian peternak menjual telur di harga Rp20.000 hingga Rp21.000 per kg, jauh di bawah harga acuan pembelian pemerintah sebesar Rp26.000 per kg.
“Kita ingin memastikan ekonomi masyarakat tumbuh. Jangan sampai bahan baku diambil dari masyarakat tetapi harganya justru di bawah harga acuan pemerintah,” kata Gus Yasin yang juga Ketua Satgas Percepatan Progran MBG Jateng.
Koordinator Regional BGN Jateng Reza Mahendra mengatakan kesepakatan itu akan menjadi komitmen bersama agar bahan baku lokal terserap lebih optimal. Pengawasan juga akan diperkuat melalui Satgas MBG kabupaten/kota dan BGN agar rantai pasok berjalan sesuai tujuan program.
Source: jateng.antaranews.com






