BMKG merilis prakiraan cuaca untuk Jawa Timur pada Minggu, 14 Juni 2026, dengan sorotan utama pada potensi hujan ringan dan kondisi udara kabur di sejumlah wilayah. Informasi ini penting diperhatikan karena perubahan cuaca disebut bisa terjadi cepat, terutama pada rentang siang hingga malam hari.
Di sisi lain, data prakiraan juga menunjukkan kondisi udara yang tidak merata antarwilayah. Variasi suhu dan kelembapan masih cukup signifikan, sehingga warga perlu menyesuaikan aktivitas luar ruang dengan perkembangan cuaca terbaru.
Pandeglang Masih Dibayangi Hujan Ringan dan Udara Kabur
Untuk wilayah Pandeglang, BMKG memprediksi hujan ringan pada 14 Juni 2026 dengan suhu 24 hingga 30 derajat Celsius. Kelembapan udara berada di kisaran 66 sampai 97 persen, yang membuat udara terasa lebih lembap.
Pada 15 Juni, Pandeglang diperkirakan berawan sebelum berubah menjadi cerah pada 16 Juni 2026. Setelah itu, wilayah ini masih berpotensi menghadapi udara kabur pada 17 Juni dan kabut asap pada 18, 19, 20, serta 22 Juni 2026.
BMKG juga mencatat fenomena udara kabur akan tetap muncul pada 21 Juni 2026. Suhu di Pandeglang selama periode itu berada di rentang 22 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan yang tetap tinggi.
Lebak Juga Mengalami Hujan Ringan Berlanjut
Lebak turut masuk wilayah yang diprediksi mengalami hujan ringan pada hari ini. Suhu udara di daerah ini berada pada kisaran 22 hingga 28 derajat Celsius dengan kelembapan 72 sampai 98 persen.
Kondisi hujan ringan di Lebak diperkirakan masih berlanjut hingga 15 Juni 2026. Setelah itu, cuaca diproyeksikan membaik menjadi cerah berawan pada 16 Juni 2026 dengan suhu minimum yang turun tipis hingga 21 derajat Celsius.
Waspada Saat Aktivitas di Luar Ruangan
BMKG menekankan perlunya pemantauan berkala karena kabut asap dan udara kabur berpotensi memengaruhi aktivitas transportasi darat dan udara. Kondisi ini juga dapat berdampak pada kenyamanan warga yang beraktivitas di luar rumah.
Fluktuasi kelembapan udara yang tinggi turut menjadi perhatian karena bisa memengaruhi kondisi tubuh. Karena itu, warga diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan menyesuaikan kegiatan harian dengan prakiraan terbaru.
Dampak Kesehatan Perlu Diantisipasi
Kondisi udara kabur dan kabut asap dapat memicu iritasi saluran pernapasan atas. Situasi ini juga bisa memperburuk kondisi orang yang memiliki riwayat asma atau alergi udara.
Warga yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker medis atau masker kain yang rapat. Bagi penderita gangguan pernapasan kronis, menyediakan obat pribadi atau inhaler menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan.
BMKG menyatakan akan terus memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui saluran komunikasi resmi. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak berasal dari lembaga meteorologi resmi pemerintah.
