Bentrok Pesilat Surabaya Berpotensi Berulang, Pemprov Jatim Perketat Pengamanan Malam Ini

Bentrokan di Jalan Kalijudan, Surabaya, memunculkan kekhawatiran adanya gesekan lanjutan antara kelompok pesilat dan rombongan lain di kota itu. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun menyatakan telah menyiapkan langkah pengamanan bersama kepolisian untuk mengantisipasi situasi susulan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Eddy Supriyanto, mengatakan koordinasi intensif sudah dilakukan dengan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya. Pengamanan ketat disebut difokuskan pada pergerakan massa yang masih berlangsung di tengah rangkaian kegiatan di Surabaya.

Potensi benturan masih terbuka

Eddy menyebut ada potensi gesekan antara konvoi pencak silat dan rombongan pendukung Persebaya. Situasi itu dinilai perlu diwaspadai karena bertepatan dengan momentum perayaan bulan Suro yang diwarnai banyak pengesahan pencak silat.

Menurut dia, aparat sudah melakukan pengawalan terhadap rombongan yang ada di lapangan. Langkah ini juga diambil karena di Surabaya terdapat rombongan pendukung Persebaya yang merayakan anniversary klub tersebut.

Pengesahan pencak silat jadi perhatian

Selain bentrokan yang sudah terjadi, perhatian aparat juga tertuju pada agenda pengesahan-pengesahan pencak silat yang masih berlangsung sejak kemarin, hari ini, dan beberapa hari ke depan. Mobilisasi massa menggunakan kendaraan menjadi salah satu titik rawan karena berpotensi memicu pertemuan dengan kelompok lain.

Eddy menegaskan, yang paling diantisipasi adalah pergeseran massa dari satu lokasi ke lokasi lain. Pergerakan itu dinilai dapat memunculkan benturan jika tidak dikawal secara ketat.

Koordinasi keamanan diperketat

Bakesbangpol Jatim bersama aparat kepolisian disebut terus memantau potensi pergerakan massa pada malam ini. Eddy juga menyampaikan bahwa Polda Jatim dan polres di wilayah Jawa Timur telah menjalankan upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap rangkaian Suroan pencak silat di berbagai daerah.

Pernyataan itu disampaikan Eddy di Gedung Grahadi, Rabu (17/6/2026) petang. Hingga saat ini, pengamanan di Surabaya tetap difokuskan pada pencegahan agar bentrokan tidak meluas ke kelompok lain.

Source: www.detik.com

Terkait