Penetrasi kendaraan listrik di Jawa Tengah bergerak cepat dan membuat BYD agresif memperluas jaringannya di wilayah ini. Dari sekitar 2% pada tahun lalu, tingkat penetrasi EV di Jawa Tengah kini sudah mencapai 8%.
Presiden Direktur BYD Indonesia Eagle Zhao menyebut lonjakan itu menjadi alasan utama perusahaan menambah titik penjualan. Pada Rabu (17/6/2026), BYD membuka empat showroom baru di Jawa Tengah sehingga total dealer di wilayah tersebut menjadi lima.
Pasar yang Makin Penting
Jawa Tengah dinilai sebagai wilayah strategis dalam peta transisi dari kendaraan bermesin konvensional atau ICE ke EV. BYD menilai pertumbuhan penggunaan EV di daerah ini berlangsung masif dan layak direspons dengan perluasan jaringan.
Hingga kini, BYD mencatat lebih dari 1.600 unit kendaraannya sudah beroperasi di jalanan Jawa Tengah. Jumlah itu disebut menyumbang sekitar 40% dari total kendaraan listrik di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Dorongan dari Perubahan Perilaku Konsumen
Pertumbuhan pasar EV di daerah ini juga terdorong oleh pergeseran preferensi konsumen. Salah satu pemicunya adalah lonjakan harga BBM yang mencapai 30%, sehingga masyarakat semakin melirik kendaraan listrik.
BYD menempatkan efisiensi sebagai kunci pendekatan ke konsumen. Model terbarunya, BYD M6 yang memakai platform Dual Mode (DM), diklaim mampu menekan ongkos operasional dan perawatan hingga 30% dibanding kendaraan ICE.
Eagle Zhao menyatakan perusahaan ingin semakin banyak masyarakat merasakan manfaat teknologi DM. Ia menegaskan teknologi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan hal itu menjadi bagian dari misi BYD.
Kolaborasi dengan Mitra Lokal
Kehadiran BYD di Jawa Tengah tidak hanya menyasar pasar ritel. Sejak empat tahun lalu, perusahaan ini sudah bekerja sama dengan mitra lokal di Magelang untuk memproduksi armada bus listrik BYD.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa strategi elektrifikasi BYD juga menjangkau transportasi publik dan kendaraan komersial. Eagle menilai Jawa Tengah penting karena industrinya berkembang dan berperan besar bagi perekonomian nasional.
Ia juga berharap mitra lokal dapat ikut berkolaborasi dalam pengembangan bisnis dan ekosistem elektrifikasi. Dengan basis industri yang kuat, BYD melihat ruang kerja sama di daerah ini masih terbuka lebar.
Dukungan Pemerintah Daerah
Ekspansi BYD di Semarang turut mendapat sambutan dari pemerintah daerah. Kepala DPMPTSP Kota Semarang Puput Widhiatmoko Hadinugroho, yang mewakili Wali Kota Semarang, menyebut kehadiran diler baru BYD di Haka Auto dan gelaran BYD Tech Culture Festival di kawasan Simpang Lima sebagai momentum penting.
Pemerintah Kota Semarang menilai adopsi EV kini sudah bergeser dari gaya hidup menjadi kebutuhan, seiring mobilitas warga yang tinggi. Teknologi ini juga dipandang penting untuk mendukung pengurangan emisi karbon dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup di perkotaan.
Puput menyampaikan kesiapan pemerintah untuk membangun kolaborasi dengan dunia usaha, industri otomotif, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemangku kepentingan lain. Tujuannya agar Kota Semarang bisa menjadi wilayah yang ramah terhadap inovasi energi hijau.
Source: semarang.bisnis.com






