PT Pertamina Patra Niaga memperluas pemberdayaan warga lewat pengelolaan eceng gondok di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah. Gulma air yang selama ini kerap dianggap masalah lingkungan itu diubah menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendorong pelestarian ekosistem setempat.
Langkah ini menjadi contoh bagaimana tantangan di lapangan bisa diolah menjadi peluang ekonomi. Pertamina Patra Niaga menegaskan pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memunculkan inovasi berbasis potensi daerah.
Eceng gondok jadi produk bernilai jual di Sumsel
Di Sumatera Selatan, program Eceng Gondok Research and Creative Center atau ERCC dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju bersama kelompok Anak-Anak Kreatif Untuk Bangsa sejak 2023. Biomassa eceng gondok diolah menjadi pengharum ruangan bernama Ankubas Scents.
Produk itu dipasarkan lewat jaringan usaha lokal, mitra pencucian mobil, dan platform digital. Hingga 2025, omzet penjualannya mencapai Rp50 juta dengan jangkauan pasar di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Lahat.
Dari gulma menjadi dukungan ekonomi sirkular
Di Jawa Tengah, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Adi Sumarmo menjalankan program Ecobiz Cengklik sejak 2022 di Desa Sobokerto, Boyolali. Program ini mengubah eceng gondok menjadi pupuk organik, pakan ternak, pakan ikan, dan biogas.
Inisiatif tersebut juga mendukung pertanian berkelanjutan melalui pembangunan sumur submersible tenaga surya untuk irigasi. Ada pula inovasi BERSIH atau Bak Pencuci Sayur Higienis yang melengkapi manfaat program di lapangan.
Manfaat langsung bagi warga dan lingkungan
Hingga saat ini, Ecobiz Cengklik telah memberi manfaat kepada 88 penerima manfaat langsung. Program ini juga membentuk satu kelompok tani baru serta berkontribusi pada perbaikan kualitas lingkungan waduk.
Salah satu penggerak program, Khoirul Huda, menyebut semakin sedikit masyarakat yang memilih menjadi petani. Ia berharap petani bisa sejahtera dan profesi petani menjadi pilihan.
Selaras dengan prinsip ESG
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan keberhasilan dua program itu selaras dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG. Ia menilai inovasi sosial berbasis pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Roberth juga menyebut ERCC dan Ecobiz Cengklik menunjukkan masyarakat mampu menjadi aktor utama dalam menciptakan perubahan. Menurut dia, pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan dapat berjalan beriringan lewat program yang tumbuh bersama masyarakat.
