Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memberi bekal yang lebih luas kepada ratusan mahasiswa penerima beasiswa, bukan hanya soal pengetahuan akademik. Fokusnya ada pada kepemimpinan, karakter, produktivitas, dan ketahanan ekonomi melalui kegiatan Bedah Buku dan Literasi Kebanksentralan di Muladi Dome Undip.
Sebanyak 537 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi di Jawa Tengah mengikuti agenda bertema Mindset Matters: Karakter, Produktivitas dan Ketahanan Ekonomi itu. Mereka juga mendapat pembekalan langsung dari edukator dan host Endgame, Gita Wirjawan.
Dorongan agar mahasiswa punya lebih dari sekadar nilai akademik
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah M Noor Nugroho menegaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi BI dalam pengembangan sumber daya manusia di Jawa Tengah. Menurut dia, mahasiswa perlu memiliki soft skill, multiple skill, dan kemampuan kepemimpinan untuk mendukung masa depan mereka.
Noor menyebut kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja dan tantangan karier. Ia menekankan bahwa mahasiswa sebaiknya tidak hanya menjadi generalis, tetapi juga punya spesialisasi di beberapa bidang.
Nilai kepemimpinan dari bedah buku
BI memilih format bedah buku karena isi buku yang dibahas dinilai sarat dengan nilai kepemimpinan. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang agar mahasiswa mendapat gambaran tentang penerapan leadership di lingkungan Bank Indonesia.
Noor mengatakan pengalaman Gita Wirjawan diharapkan bisa menular kepada mahasiswa, terutama dari sisi kepemimpinan. Sosok Gita dipandang relevan karena pernah menjabat Menteri Perdagangan periode 2011-2014, sekaligus dikenal sebagai investor dan pelaku bisnis.
Karakter dibentuk sejak awal
Dalam sesi itu, Gita Wirjawan menyoroti pentingnya pembangunan karakter sejak usia dini. Ia menilai proses tersebut idealnya dimulai dari keluarga sebagai fondasi awal pembentukan pribadi.
Gita juga menekankan bahwa sekolah harus mengambil peran lebih besar ketika tidak semua orang tua memiliki latar belakang pendidikan yang memadai. Dalam kondisi itu, kehadiran guru-guru berkualitas menjadi penting untuk menopang proses pembentukan karakter dan kemampuan anak.
