Ketua KAKI Jawa Timur, Moh Hosen, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Achmad Zaini yang resmi dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretaris Daerah Kota Surabaya. Ia berharap jabatan baru itu dijalankan dengan amanah demi mendukung visi Surabaya Hebat Tumbuh Semakin Kuat.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya yang dilakukan Wali Kota Eri Cahyadi. Sebanyak 57 pejabat dilantik dan diambil sumpahnya, termasuk pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas.
Rotasi berbasis evaluasi kinerja
Eri Cahyadi menegaskan rotasi jabatan itu lahir dari evaluasi ketat berbasis kinerja dan sistem merit. Ia menyebut proses mutasi dan promosi di Pemkot Surabaya berjalan transparan melalui hitungan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan atau Baperjakat.
Wali Kota Surabaya itu juga menolak anggapan bahwa penempatan jabatan dipengaruhi kedekatan pribadi atau praktik transaksional. Ia menegaskan tidak pernah ikut memilih pejabat karena tidak ingin pemerintahan dipengaruhi keinginan pribadi.
Harapan dari KAKI Jatim
Moh Hosen menilai Achmad Zaini perlu sejalan dengan Sekda Lilik Arjianto dan Wali Kota agar program pemerintah berjalan baik. Ia juga berharap Kota Pahlawan terus mendapatkan penghargaan integritas dari Pemprov Jatim maupun pemerintah pusat.
Menurut Hosen, jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat harus dipakai untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah kota secara konsisten. Ia mengingatkan agar jabatan penting tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan sekelompok oknum pejabat.
Tugas strategis Asisten I
Posisi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I di Sekretariat Daerah Kota Surabaya memiliki peran penting. Jabatan ini membantu Sekretaris Daerah dalam menyusun, mengoordinasikan, dan mengevaluasi kebijakan daerah serta pelaksanaan tugas perangkat daerah di bidang tata pemerintahan, kesejahteraan rakyat, hukum, dan kerja sama.
Sebelum Achmad Zaini, jabatan tersebut dipegang oleh Muhamad Fikser, AP, MM. Setelah itu, Muhamad Fikser beralih menjadi kepala Dinas Lingkungan Hidup dengan tugas memimpin dan mengoordinasikan urusan pemerintahan daerah di bidang lingkungan hidup.
Hosen juga meminta Achmad Zaini peka terhadap situasi dan kondisi Surabaya serta memiliki kemandirian dalam menyikapi berbagai persoalan. Ia menekankan pentingnya kemampuan berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat tanpa berlindung di belakang organisasi masyarakat jika ingin pemerintahan kota semakin berkualitas.
