Ribuan peserta memadati halaman Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung saat Fun Run menutup rangkaian Milad ke-10 kampus itu dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sorotan karena menghadirkan semangat hidup sehat sekaligus menegaskan optimisme UM Bandung untuk melaju sebagai kampus masa depan.
Sekitar 1.500 peserta ikut ambil bagian dalam ajang yang berlangsung pada Minggu (28/06/2026) itu. Mereka terdiri dari sivitas akademika, pelajar, alumni, dan masyarakat umum yang datang sejak selepas Subuh untuk mengikuti kegiatan di lingkungan kampus.
Haedar dorong budaya sehat dan produktif
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir hadir langsung untuk melepas peserta Fun Run. Dalam sambutannya, ia mengajak keluarga besar UM Bandung untuk bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah yang dinilai telah memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan dikenal hingga tingkat internasional.
Haedar menegaskan bahwa kebesaran Muhammadiyah tidak hanya dilihat dari jumlah anggotanya. Menurut dia, ukuran utama terletak pada karya, pengabdian, dan kebermanfaatan organisasi di berbagai bidang, termasuk pendidikan.
Ia juga menilai pelaksanaan Fun Run selepas Subuh memiliki makna penting. Kegiatan itu, menurutnya, mencerminkan disiplin, budaya hidup sehat, dan semangat produktivitas yang perlu terus dijaga.
“Subuh adalah waktu terbaik untuk memulai kehidupan. Jangan sampai kita kalah karena terlambat memulai hari. Olahraga adalah ikhtiar menjaga kesehatan agar hidup tetap segar, produktif, dan mampu menghadirkan karya terbaik bagi bangsa,” ujar Haedar.
Dalam suasana yang disambut tepuk tangan meriah, Haedar juga mengumumkan hadiah khusus bagi para juara Fun Run. Hadiah tersebut berupa Rp25 juta untuk juara pertama, Rp10 juta untuk juara kedua, dan Rp7,5 juta untuk juara ketiga.
Optimisme untuk UM Bandung
Di akhir sambutannya, Haedar menyampaikan keyakinan bahwa UM Bandung akan terus tumbuh menjadi kampus yang kuat. Ia bahkan menyebut UM Bandung akan menjadi kampus masa depan dan kampus terbaik di Jawa Barat serta Indonesia.
Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyambut antusiasme itu dengan menegaskan bahwa usia satu dekade menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas institusi. Ia menyebut berbagai langkah strategis terus dijalankan untuk mendorong kemajuan kampus.
Langkah tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penambahan dosen bergelar doktor, peningkatan akreditasi program studi, penguatan kerja sama, publikasi ilmiah, promosi, peningkatan jumlah calon mahasiswa baru, hingga pengembangan fasilitas kampus.
“Milad ke-10 menjadi tonggak bagi UM Bandung untuk terus berbenah dan melesat menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Herry.
Apresiasi dari Pemerintah Jawa Barat
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Barat Andrie Kustria Wardana hadir mewakili Gubernur Jawa Barat dan menyampaikan apresiasi atas perjalanan satu dekade UM Bandung. Ia berharap Milad ke-10 membawa keberkahan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Andrie menilai Fun Run bukan hanya olahraga, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi. Ia menyebut kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan nilai kebersamaan, saling mengenal, saling menjaga, serta memperkuat semangat silih asih, silih asah, dan silih asuh.
Meriah dengan UMKM, hadiah, dan rute kota
Rute Fun Run dimulai dari Kampus UM Bandung di Jalan Soekarno-Hatta, melintasi kawasan Gedebage dan Panyileukan, lalu kembali finis di kampus. Sejak pagi, area kampus juga dipenuhi stan UMKM, sponsor, hiburan, dan pembagian doorprize.
Beragam hadiah turut menambah semarak acara, mulai dari penanak nasi, setrika, telepon genggam, hingga sepeda. Perayaan Milad ke-10 UM Bandung pun tampil sebagai ajang olahraga yang sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap Muhammadiyah dan meneguhkan komitmen kampus untuk terus memberi manfaat luas bagi bangsa.
