Cabang olahraga renang Kabupaten Jepara mencatat sejarah baru di Kejuaraan Renang Antar-Perkumpulan Provinsi Jawa Tengah. Untuk pertama kalinya, klub asal Jepara berhasil menyapu bersih gelar juara umum pada ajang Krapprov yang berlangsung di Kabupaten Batang.
Gelora Tirta Swimming (GTS) menjadi penentu capaian itu setelah tampil sebagai juara umum dari tiga klub wakil Jepara. Hasil tersebut langsung menempatkan nama Jepara dalam sorotan karena prestasi ini lahir dari persaingan tingkat provinsi yang dikenal ketat.
Dominasi GTS di Batang
Ketua Umum Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Kabupaten Jepara, Ajar Tri Raharjo, menyebut GTS yang dipimpin Joko Pramono mengumpulkan 18 medali emas, 9 perak, dan 3 perunggu. Raihan itu menjadi modal utama yang mengantar klub tersebut ke posisi teratas klasemen medali.
Ajar menegaskan capaian itu sebagai sejarah bagi renang Jepara. Ia juga menyampaikan kebanggaan atas hasil yang diraih para perenang yang turun di ajang tersebut.
Dua Klub Jepara Lainnya Juga Bersaing
Jepara tidak hanya mengandalkan GTS di Krapprov Jawa Tengah. Dua klub lain, yakni Blitz Roar Aquatic dan Tiara Swimming Club, juga ikut membawa nama daerah dalam kompetisi itu.
Blitz Roar Aquatic yang dipimpin Moza Arjunal Jatista menutup kejuaraan dengan delapan emas, delapan perak, dan tujuh perunggu. Sementara Tiara Swimming Club di bawah pimpinan Moh. Shoidi meraih dua emas, sembilan perak, dan delapan perunggu.
Jadi Tolok Ukur Menuju Porprov
Bagi FAI Jepara, Krapprov bukan hanya soal medali. Kejuaraan ini juga dipakai sebagai tolok ukur kesiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah yang akan digelar pada Oktober 2026.
Ajar menjelaskan, hasil Krapprov menjadi dasar promosi dan degradasi atlet dalam proses pembinaan. Karena itu, capaian para perenang Jepara sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pembinaan berikutnya.
Empat Atlet Juga Raih Predikat Terbaik
Selain sukses secara tim, perenang Jepara juga mencatat prestasi di nomor perorangan. Empat atlet berhasil menyandang predikat perenang terbaik di kelompok umur masing-masing.
Fathan Yusuf Ardiansyah terpilih sebagai perenang terbaik KU-1 putra setelah meraih dua emas dan dua perak. Kwak Hong Je menyabet gelar perenang terbaik KU-2 putra lewat koleksi lima emas dan satu perunggu.
