Ayah 15 Menit Tanpa Gawai, BKKBN Jateng Dorong Komunikasi yang Kian Langka

BKKBN Jawa Tengah mendorong ayah untuk hadir lebih dekat dalam komunikasi harian dengan anak, bukan hanya lewat perhatian sesekali, tetapi melalui kebiasaan sederhana tanpa gawai. Dorongan itu disampaikan di Semarang saat peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-33, di tengah perhatian pada fenomena fatherless yang dinilai makin terasa dalam kehidupan keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Rusman Efendi menekankan pentingnya 15 menit komunikasi setiap hari antara ayah dan anak tanpa memegang ponsel. Menurut dia, ruang percakapan singkat itu dapat membantu anak merasa lebih nyaman dengan orang tuanya dan tidak menjadikan gawai sebagai pengganti kehadiran ayah.

Fokus pada kedekatan ayah dan anak

Rusman menyebut tema Harganas tahun ini, “Ayah Wajib Hadir”, dipilih untuk menanggapi menurunnya perhatian dan komunikasi ayah kepada keluarga. Ia menilai kondisi itu terlihat seiring meningkatnya fenomena fatherless, yakni kurangnya sentuhan ayah dalam kehidupan anak.

BKKBN Jateng juga mengacu pada hasil SIGA atau Sistem Informasi Keluarga yang menunjukkan setidaknya 25,8 persen anak kehilangan perhatian keluarga, terutama dari ayah. Data itu menjadi dasar penguatan program yang mendorong kehadiran ayah lebih aktif dalam pengasuhan.

Program Ayah Teladan didorong di momentum Harganas

Dalam momentum Harganas tahun ini, BKKBN Jateng mengusung program Ayah Teladan untuk mengajak para ayah menyediakan waktu berbicara dengan anak secara langsung. Rusman menegaskan, kebiasaan singkat itu tetap penting karena anak sedang berada dalam masa tumbuh kembang yang membutuhkan peran keluarga.

Ia juga mengaitkan penguatan peran ayah dengan pemanfaatan bonus demografi menuju Indonesia Emas. Dalam pandangannya, ayah dan ibu yang masih berada di usia produktif perlu berperan bersama agar kualitas keluarga dan perkembangan anak tetap terjaga.

Layanan pengasuhan untuk orang tua bekerja

Selain mendorong komunikasi ayah dan anak, BKKBN Jateng menyiapkan dukungan bagi orang tua yang bekerja melalui layanan daycare. Fasilitas itu masuk dalam program Taman Asuh Sayang Anak atau Tamasya yang disebut sebagai salah satu program prioritas BKKBN.

Rusman mengatakan Tamasya dirancang agar orang tua bisa bekerja dengan lebih tenang, sementara anak tetap berada dalam pengasuhan yang membuat mereka riang bermain. Program itu melengkapi ajakan BKKBN agar peran keluarga tidak tergantikan oleh gawai dalam keseharian anak.

Source: jateng.antaranews.com

Terkait