Harga BBM Pertamina Turun Per 1 Juli, Dexlite Paling Dalam dan Pertalite Tetap

PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian ini langsung menjadi perhatian karena harga beberapa produk utama tetap bertahan, sementara tiga varian diesel dan beroktan tinggi justru ikut turun.

Perubahan paling besar terlihat pada Dexlite, terutama di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Di daerah tersebut, harga Dexlite turun menjadi Rp19.700 per liter dari sebelumnya Rp23.000 per liter.

Daftar harga terbaru di sejumlah wilayah

Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta seluruh provinsi di Sulawesi, Dexlite kini dijual Rp20.150 per liter. Harga ini berlaku bersamaan dengan penyesuaian di wilayah lain sesuai ketentuan Pertamina.

Pertamax Turbo juga mengalami penurunan harga. Di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, harga BBM beroktan tinggi itu kini dipatok Rp19.300 per liter.

Sebelumnya, sejak 10 Juni 2026, Pertamax Turbo dijual Rp20.750 per liter. Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta seluruh provinsi di Sulawesi, harga Pertamax Turbo kini turun menjadi Rp19.750 per liter.

Jenis BBM lain yang ikut terkoreksi adalah Pertamina Dex. Di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, harganya kini menjadi Rp21.150 per liter dari sebelumnya Rp24.800 per liter.

Harga yang tetap dipertahankan

Di tengah penurunan pada tiga produk nonsubsidi tersebut, Pertamina tidak mengubah harga beberapa BBM lain. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter, dan Pertamax masih dipatok Rp16.250 per liter.

Penyesuaian harga ini berlaku efektif pada 1 Juli 2026 di seluruh wilayah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Pertamina. Dengan perubahan tersebut, konsumen yang rutin membeli BBM nonsubsidi perlu mengecek kembali harga di wilayah masing-masing sebelum mengisi bahan bakar.

Source: www.batamnews.co.id

Terkait