5 Kuliner Legendaris Semarang yang Bertahan Puluhan Tahun, Jejak Rasa Klasik yang Tak Lekang Waktu

Author: Qoo Media

Semarang kembali menunjukkan alasan kota ini selalu masuk daftar tujuan wisata kuliner favorit di Indonesia. Di tengah derasnya pilihan makanan modern, lima kuliner legendaris ini tetap bertahan dan terus diburu warga lokal maupun wisatawan.

Daya tariknya bukan hanya soal nama besar. Setiap hidangan membawa rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain, dari tahu gimbal dengan bumbu kacang kental hingga lunpia berisi rebung segar.

Tahu gimbal yang besar dan mengenyangkan

Tahu Gimbal Lumayan Pak Man berada di Jalan Plampitan No.54, Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini buka pukul 12.00–16.00 WIB dengan harga Rp 55.000.

Kuliner ini dikenal selalu ramai pengunjung. Seporsi tahu gimbal di sini berukuran besar dan bisa dinikmati hingga dua orang.

Isiannya lengkap, mulai dari lontong, tahu goreng, kol, telur dadar, dan gimbal udang. Semua disiram bumbu kacang kental yang gurih dan khas.

Lunpia yang jadi ikon kota

Lunpia Gang Lombok berlokasi di Jalan Inspeksi No.11, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Jam bukanya 07.00–16.00 WIB dengan harga Rp 24.000.

Lunpia ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Semarang yang paling terkenal. Isian rebungnya melimpah, tidak berbau, dan dipadukan dengan udang serta telur yang menambah rasa gurih.

Pengunjung juga bisa memilih lunpia basah atau goreng. Banyak wisatawan kemudian membawanya pulang sebagai oleh-oleh khas Semarang.

Rasa gurih yang dicari saat malam hari

Ayam Goreng & Sop Buntut Pak Paimin menjadi salah satu pilihan favorit saat malam hari di Semarang. Tempat ini dikenal lewat ayam goreng dengan bumbu meresap dan sambal terasi yang khas.

Ciri rasa yang kuat membuatnya berbeda dari banyak hidangan serupa. Karena itu, tempat ini terus menarik pengunjung yang mencari santapan malam dengan karakter rasa yang tegas.

Kuliner Semarang yang bertahan karena rasa

Selain tiga nama tersebut, Semarang juga punya nasi goreng babat yang gurih medok dan asem-asem daging yang segar. Dua hidangan ini memperlihatkan ragam rasa yang membuat kuliner kota ini terus dicari.

Kekuatan kuliner Semarang ada pada identitas rasa yang konsisten. Dari makanan berat hingga jajanan legendaris, daya tarik utamanya tetap sama: cita rasa klasik yang masih hidup sampai sekarang.

Source: style.tribunnews.com
Terbaru