BMH Jawa Timur kembali menambah layanan air bersih bagi pesantren dengan meresmikan sumur bor ke-273 di Jawa Timur. Fasilitas itu berlokasi di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, dan langsung ditujukan untuk memenuhi kebutuhan 243 penerima manfaat.
Kehadiran sumur bor ini menjadi jawaban atas kebutuhan air yang selama ini masih bergantung pada layanan PDAM swasta. Air bersih dibutuhkan untuk mandi, mencuci, berwudhu, hingga aktivitas harian pesantren yang berjalan setiap hari.
Solusi untuk beban operasional pesantren
Sebelum sumur bor tersedia, seluruh kebutuhan air di pesantren dipenuhi dari pasokan PDAM swasta. Kondisi itu membuat pesantren harus mengeluarkan biaya operasional yang cukup besar dan bergantung pada pihak luar.
Dengan hadirnya sumur bor, kebutuhan dasar santri dan pengurus kini dapat dipenuhi dengan lebih mudah. Program ini juga diharapkan membantu meringankan beban biaya operasional pesantren dalam jangka panjang.
Manfaat dirasakan santri dan pengasuh
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kyai Saiful Abidin, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Ia menyebut kebutuhan air bersih para santri kini dapat terpenuhi dengan lebih mudah.
Seorang santri, Dias Saputra, juga merasakan manfaat langsung dari fasilitas baru itu. Ia mengatakan air kini lebih mudah didapat untuk mandi, mencuci, dan berwudhu sehingga membuat aktivitas belajar dan ibadah lebih nyaman.
Program wakaf air bersih sebagai solusi jangka panjang
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menjelaskan bahwa wakaf sumur bor menjadi salah satu program unggulan lembaganya. Program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat dan lembaga pendidikan yang masih terbatas akses air bersih.
Imam menyebut peresmian sumur bor ke-273 ini merupakan amanah dari para donatur. Menurut dia, manfaatnya tidak hanya menyentuh akses air bersih, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan serta mendukung kenyamanan ibadah dan proses belajar santri.
BMH Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program wakaf air bersih ke berbagai daerah yang masih kekurangan akses air. Dukungan para donatur disebut menjadi kekuatan utama agar lebih banyak pesantren dan masyarakat di pelosok bisa menikmati air bersih sebagai sumber kehidupan, kesehatan, dan keberkahan.
