DPR Desak Kasus Penyekapan Perempuan di Jateng Diusut Tuntas, Dugaan Keterlibatan Polisi Disorot

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial M di Jawa Tengah diusut tuntas. Ia juga mengecam kabar dugaan keterlibatan seorang anggota kepolisian dalam peristiwa itu.

Abdullah meminta proses hukum berjalan cepat dan tegas terhadap semua pihak yang terlibat. Ia menegaskan, jika pelaku terbukti bersalah, hukuman seberat-beratnya harus dijatuhkan.

Dugaan berlangsung sejak 2023

Berdasarkan informasi yang diterima Abdullah, dugaan penyekapan terhadap M disebut telah terjadi sejak 2023. Ia juga menyampaikan bahwa korban diduga dipaksa mengonsumsi narkotika.

Abdullah menilai kasus ini menambah daftar dugaan penyekapan yang sebelumnya juga sempat menyita perhatian publik. Ia menyebut masyarakat juga pernah dihebohkan oleh dugaan penyekapan terhadap YTR di Bandung.

Karena itu, ia meminta perlindungan menyeluruh bagi korban. Perlindungan itu mencakup jaminan biaya pengobatan dan proses pemulihan.

Sorotan ke perlindungan korban

Abdullah juga mendesak Komnas Perempuan, Komnas HAM, dan LPSK memberi perlindungan maksimal kepada korban serta keluarganya. Menurut dia, langkah itu penting agar M tidak kembali menjadi korban, baik karena proses hukum yang tidak optimal maupun karena pelaku tidak menerima hukuman yang setimpal.

Ia meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada dugaan penyekapan dan penganiayaan. Aparat juga diminta mendalami kemungkinan keterkaitan pelaku dengan jaringan peredaran gelap narkotika.

Jika ada pihak lain yang terlibat, Abdullah menilai semua harus dibongkar tanpa pandang bulu. Ia menekankan langkah itu diperlukan untuk menjaga marwah institusi Polri dari oknum yang mencederai kepercayaan publik sekaligus memutus mata rantai peredaran narkotika.

Respons dari kepolisian

Terduga pelaku berinisial Aiptu N dikabarkan telah ditahan oleh jajaran Bidang Propam Polda Jawa Tengah. Polda Jawa Tengah juga menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada anggota yang terbukti melanggar.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena menyangkut dugaan kekerasan terhadap perempuan, dugaan keterlibatan aparat, dan kemungkinan kaitannya dengan narkotika. Abdullah menilai semua unsur itu harus dibuka secara terang agar penanganannya tidak berhenti di permukaan.

Source: www.kompas.tv

Terkait