Jawa Barat kembali menegaskan dominasinya di panggung ekonomi syariah nasional. Pada Anugerah Adinata Syariah 2026, Pemprov Jabar mempertahankan predikat juara umum setelah unggul di enam dari 14 kategori yang diperlombakan.
Penghargaan itu menjadi penanda kuat bahwa kerja pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jabar berjalan konsisten. Ajang ini digelar di Auditorium Bank Mega, Jakarta, pada Senin (6/7/2026), oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerja sama dengan CNN Indonesia.
Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden RI periode 2019–2024 sekaligus tokoh ekonomi syariah nasional, Ma’ruf Amin, kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. Dalam kesempatan itu, Jabar tampil sebagai yang terbaik pada kategori Pariwisata Ramah Muslim, Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Rencana Aksi Daerah, Ekonomi Pesantren, serta Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Capaian tersebut memperlihatkan luasnya kerja Pemprov Jabar dalam membangun ekosistem syariah. Penghargaan ini juga diberikan sebagai apresiasi atas komitmen dan konsistensi Jabar dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Acara tersebut tidak hanya memberi penghargaan kepada pemerintah daerah. Anugerah Adinata Syariah 2026 juga memberikan apresiasi kepada para mitra strategis yang dinilai ikut memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) Ma’ruf Amin, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Kehadiran mereka menunjukkan posisi isu ekonomi syariah yang makin penting dalam agenda nasional.
Erwan Setiawan menyebut penghargaan ini lahir dari kerja bersama banyak pihak. Ia mengapresiasi BI Perwakilan Jabar, KDEKS Jabar, dan unsur lain yang terus mendukung peningkatan perekonomian dan keuangan syariah di Jawa Barat.
Menurut Erwan, capaian juara umum ini akan menjadi dorongan untuk memperkuat program yang sudah berjalan. Pemprov Jabar akan terus mendorong pemberdayaan pesantren, peningkatan literasi keuangan syariah, serta penguatan sektor usaha berbasis syariah di berbagai daerah.
Anugerah Adinata Syariah 2026 juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan media. Kolaborasi itu dinilai penting untuk mendorong literasi dan inklusi ekonomi syariah di Indonesia.
