BMKG Peringatkan Banjir Rob Pesisir Utara Jawa Barat 9–16 Juli, Warga Diminta Waspada Malam Hari

BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di pesisir utara Jawa Barat untuk periode 9–16 Juli 2026. Peringatan ini muncul karena pasang maksimum air laut bertepatan dengan super new moon, yakni saat Bulan berada paling dekat dengan Bumi dan berada pada fase purnama atau bulan baru.

Sejumlah wilayah diminta waspada karena berisiko terdampak. Titik rawan itu meliputi Legonkulon dan Sukasari di Kabupaten Subang, Kandanghaur, Pasekan, dan Indramayu di Kabupaten Indramayu, serta Losari, Mundu, dan Gebang di Kabupaten Cirebon, termasuk Lemahwungkuk dan Kejaksaan di Kota Cirebon.

BMKG menyebut banjir rob berpotensi muncul pada pukul 18.00–00.00 WIB. Dampaknya dapat mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi pesisir, bongkar muat pelabuhan, dan perikanan darat.

Imbauan kewaspadaan juga diarahkan pada warga yang tinggal di kawasan pesisir. BMKG meminta masyarakat menghindari aktivitas berisiko di tepi laut dan memastikan sistem drainase perumahan berfungsi optimal untuk mengurangi potensi genangan.

Selain rob di utara Jawa Barat, BMKG juga memberi perhatian pada kondisi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Barat. Gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran pada 8–11 Juli 2026.

Kondisi itu dinilai berisiko bagi keselamatan pelayaran. Perahu nelayan masuk kategori waspada saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter, sedangkan perahu tongkang berisiko saat angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.

Pola angin di wilayah selatan Jawa Barat bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan 5–25 knot. Kecepatan maksimum 25 knot diprediksi terjadi di perairan Sukabumi, Cianjur, dan Garut, dengan tinggi gelombang mencapai 2,5–4 meter di Sukabumi dan Cianjur.

Peringatan ini menjadi perhatian penting bagi warga pesisir, nelayan, dan pelaku aktivitas maritim di Jawa Barat. Dalam periode tersebut, kondisi laut dan pasang air diperkirakan sama-sama menuntut kewaspadaan lebih tinggi dari biasanya.

Source: sumbawanews.com
Terkait